Parepare, Potretnusantara.co.id — Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 terasa kuat di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, Selasa (12/5/2026). Ribuan peserta dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, guru, tenaga kependidikan, hingga pelajar memadati lapangan dalam upacara yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Namun, Hardiknas tahun ini di Parepare tidak hanya menghadirkan seremoni kebangsaan. Ada suasana emosional yang menguatkan makna pendidikan sebagai hubungan kemanusiaan antara murid dan guru. Usai memimpin upacara, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengundang para guru yang pernah mengajarnya untuk makan siang dan bersilaturahmi dalam suasana penuh nostalgia.
Momen tersebut menjadi perhatian banyak pihak karena memperlihatkan sisi personal seorang kepala daerah yang kembali menempatkan dirinya sebagai murid di hadapan guru-gurunya. Pertemuan hangat itu sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap jasa pendidik yang telah membentuk perjalanan hidup dan karakter seseorang.
Dalam upacara Hardiknas tersebut, Tasming Hamid bertindak sebagai pembina upacara didampingi Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, serta Sekretaris Daerah Kota Parepare. Tasming membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, yang menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses memanusiakan manusia dengan kasih sayang dan ketulusan.
“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Tasming saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Pidato tersebut menegaskan bahwa Hardiknas tidak boleh dipahami hanya sebagai agenda tahunan seremonial, tetapi momentum refleksi untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional. Pendidikan dipandang sebagai fondasi membangun peradaban bangsa sekaligus sarana mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia maju dan bermartabat.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga terus mendorong transformasi pendidikan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan itu diarahkan untuk memperkuat literasi, numerasi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, hingga pembentukan karakter peserta didik.
Selain itu, pemerintah terus melakukan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran. Dalam amanat Mendikdasmen disebutkan bahwa pada tahun 2025 program revitalisasi telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan, sementara papan interaktif digital telah didistribusikan ke ratusan ribu sekolah di Indonesia.
Tasming Hamid menegaskan bahwa Pemerintah Kota Parepare mendukung penuh arah kebijakan nasional di sektor pendidikan. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia unggul menjadi kunci utama kemajuan daerah dan bangsa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan mutu layanan pembelajaran, hingga dukungan terhadap pengembangan kompetensi guru di Kota Parepare.
Dalam amanat Mendikdasmen juga ditegaskan bahwa guru merupakan teladan sekaligus agen peradaban. Karena itu, pemerintah terus meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui pelatihan, program beasiswa pendidikan, sertifikasi, serta peningkatan tunjangan yang ditransfer langsung setiap bulan.
Tak hanya aspek akademik, penguatan karakter peserta didik juga menjadi perhatian utama pemerintah melalui berbagai program seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pramuka, Pagi Ceria, dan experiential learning. Program-program tersebut diarahkan untuk menghadirkan sekolah sebagai ruang yang aman, sehat, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Upacara Hardiknas 2026 di Parepare pun berlangsung bukan hanya sebagai simbol peringatan nasional, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang makna pendidikan yang sesungguhnya. Di tengah semangat pembangunan pendidikan bermutu untuk semua, pertemuan Tasming Hamid dengan guru-guru lamanya mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak pernah lahir tanpa peran guru yang mendidik dengan ketulusan. (BS)













