Oleh: Muhammad Fadel, ST
Opini Publik, Potretnusantara.co.id – Gelaran Pasar Ramadhan SUKSES 2026 di Lapangan Gasis Watansoppeng telah usai, namun angka yang ditinggalkan sangat membekas: Rp3,2 Miliar dalam 22 hari. Di balik keriuhan 87 tenant yang didominasi anak muda (Gen Z), terpancar sinergi kuat antara kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan kreativitas generasi digital.
Karpet Merah untuk Mentalitas Juang
Langkah Bupati Soppeng menjadikan pusat kota sebagai “panggung” wirausaha adalah kebijakan yang cerdas secara ekonomi. Dengan fasilitas dari Perseroda (PT Lamataesso Mattappa), hambatan modal dan lokasi bagi Gen Z terpangkas habis. Hasilnya? Anak muda Soppeng tidak hanya berjualan, mereka menditalisasi pasar. Melalui konten kreatif, mereka mengubah Gasis menjadi destinasi trendy, memperluas jangkauan pasar melampaui batas wilayah Soppeng melalui eksposur digital.
Membaca Angka: Kecil di Persentase, Besar di Dampak
Secara makro, angka 3,2 Miliar memang menyumbang sekitar 0,02% terhadap total PDRB tahunan Soppeng yang mencapai Rp16,10 Triliun. Namun, melihatnya hanya dari persentase adalah kekeliruan. Secara mikro, dampaknya bersifat eksplosif:
• Produktivitas Tinggi: Rata-rata omzet Rp36,7 Juta per tenant dalam sebulan adalah pencapaian luar biasa bagi UMKM pemula.
• Multiplier Effect: Uang 3,2 Miliar ini tidak lari ke luar daerah. Para tenant kuliner membeli bahan baku dari petani lokal Soppeng, menciptakan perputaran uang (velocity of money) yang menghidupkan sektor pertanian dan jasa transportasi.
• Mesin Sektor Perdagangan: Event ini menjadi motor utama penggerak PDRB sektor Perdagangan (yang menyumbang 14,98% ekonomi daerah) pada triwulan pertama tahun 2026.
Kesimpulan: Investasi Masa Depan
Pasar Ramadhan SUKSES bukan sekadar transaksi jual-beli, melainkan instrumen pemerintah untuk mencetak mentalitas wirausaha pada akar rumput. Efisiensi pengelolaan tanpa membebani APBD membuktikan bahwa profesionalisme Perseroda mampu menciptakan ekosistem bisnis yang sehat.
Ini adalah bukti nyata: ketika pemerintah memberikan “karpet merah” berupa kepercayaan dan fasilitas, Gen Z Soppeng mampu menjawabnya dengan kontribusi ekonomi yang nyata, inovatif, dan relevan dengan zaman. Saatnya momentum ini dijaga agar ekonomi rakyat tidak lagi bergerak musiman, melainkan berkelanjutan.
















