Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan tenaga pendidik. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Konsolidasi Program Prioritas Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Pendidik yang dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pengawas sekolah, kepala sekolah, serta guru dari berbagai satuan pendidikan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Polewali Mandar Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dr. Aco Musaddad HM, yang mewakili Bupati Polewali Mandar.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Dr. Aco Musaddad HM, ditegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat strategis bagi kemajuan daerah. Guru dan tenaga pendidik dinilai memiliki peran sentral dalam membentuk generasi masa depan Polewali Mandar.
“Di tangan para guru dan tenaga pendidiklah masa depan generasi emas Polewali Mandar dibentuk. Karena itu, rapat konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi momentum penting untuk menyelaraskan langkah dalam memajukan dunia pendidikan di tanah Mandar,” ungkapnya, Selasa (10/3/2026).
Dalam arahannya, Bupati melalui Dr. Aco Musaddad HM menekankan empat poin kebijakan sebagai arah penguatan program peningkatan kompetensi guru di Polewali Mandar.
Pertama, penyelarasan visi dan sinergi lintas sektor. Seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari Dinas Pendidikan hingga satuan pendidikan di tingkat sekolah, diharapkan dapat bekerja secara terpadu dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Setiap program pendidikan juga harus berbasis data yang valid agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas belajar siswa.
Kedua, transformasi kompetensi guru berbasis kebutuhan zaman. Peran guru saat ini tidak lagi hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran. Karena itu, peningkatan kompetensi harus diarahkan pada penguatan kemampuan pedagogik serta penguasaan teknologi digital agar para guru mampu menjawab tantangan pendidikan di era disrupsi.

Ketiga, penguatan budaya kerja berbasis kearifan lokal “Sipamandaq” dalam dunia pendidikan. Nilai Sipamandaq yang berarti saling menguatkan diharapkan menjadi semangat kolaborasi di antara para guru.
Guru senior diharapkan dapat membimbing guru yang lebih muda, sementara sekolah yang lebih maju dapat menjadi mentor bagi sekolah lainnya, termasuk di wilayah pesisir maupun pegunungan Polewali Mandar.
Keempat, inovasi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa. Penguatan kompetensi guru juga diharapkan diiringi dengan upaya menanamkan nilai-nilai moral, budi pekerti, serta kebanggaan terhadap identitas budaya Mandar kepada para peserta didik.
“Kita ingin melahirkan generasi muda Polewali Mandar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, menghormati orang tua, dan bangga terhadap budaya Mandar yang luhur,” ujarnya.
Melalui rapat konsolidasi ini, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap lahir rencana aksi yang konkret dan terukur untuk memperkuat kualitas pendidikan daerah. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih maju, merata, dan berdaya saing.
Rapat konsolidasi tersebut sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen bersama membangun masa depan generasi Polewali Mandar yang lebih berkualitas.
Kegiatan ini turut dihadiri anggota Komisi IV DPRD Polewali Mandar, Jasman, Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Barat Dr. Saharuddin, Ketua Dewan Pendidikan Zubair, Sekretaris Dinas Pendidikan Haris, Plt Kepala BKPSDM Syarianto, serta perwakilan Bapperida dan Badan Keuangan Daerah.












