AdvertorialPemerintahan

Lapas Kelas 1 Makassar Siap Jadi Sentra Produksi Pangan dan Budidaya Maggot di Kota Makassar

×

Lapas Kelas 1 Makassar Siap Jadi Sentra Produksi Pangan dan Budidaya Maggot di Kota Makassar

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Butta Porea Indonesia untuk mengoptimalkan lahan produktif melalui program Urban Farming Terintegrasi. Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Lapas Kelas 1 Makassar, Jumat (6/2/2026).

Program ini akan memanfaatkan lahan milik Lapas seluas kurang lebih 1.000 meter persegi. Rencananya, area tersebut akan dikembangkan menjadi pusat edukasi dan produksi pangan yang mencakup peternakan ayam petelur dan pedaging, perikanan nila dan lele, pertanian hidroponik, hingga budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan limbah organik.

Adv

Kepala Lapas Kelas 1 Makassar, Sutarno, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat terkait swasembada pangan.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena sangat sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang digaungkan pemerintah. Selain mendukung ketersediaan pangan, ini adalah sarana edukasi bagi warga binaan agar memiliki keahlian konkret saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Sutarno.

Yayasan Butta Porea Indonesia sendiri dikenal sebagai lembaga spesialis pengelola pertanian perkotaan yang lahir dari gerakan “Tanami Tanata”. Dalam proyek ini, sejumlah pakar dan tokoh terlibat aktif, termasuk vokalis Padi Reborn, Andi Fadly Arifuddin Mattotorang, yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Walikota Makassar bidang Urban Farming.

Ketua Yayasan Butta Porea, Andi Pangerang, hadir bersama jajaran dewan pakar seperti Prof. Sudirman Numba untuk memastikan teknis pengelolaan berjalan profesional. Sementara itu, pihak Lapas didampingi oleh Kepala Bidang Bimbingan Kerja (Bimker), Hendrik, yang sebelumnya telah merintis kegiatan ini dalam skala terbatas.

Proyek ambisius ini akan mengubah wajah Lapas menjadi lebih hijau dan produktif. Keberhasilan sistem terintegrasi ini nantinya akan menjadi percontohan sinergi antara institusi hukum dan komunitas ahli dalam pemberdayaan sumber daya manusia.

Rencananya, kegiatan ini akan diluncurkan secara resmi dalam waktu dekat. Seremoni launching dijadwalkan bakal dihadiri langsung oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Fadly “Padi” sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah kota terhadap inovasi ketahanan pangan berbasis komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *