Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Kepala Subdirektorat Pengukuran Dasar dan Peralatan, Muslih Fauzi, melaksanakan kunjungan kerja inventarisasi dan identifikasi stasiun Continuously Operating Reference Station (CORS) Jaringan Referensi Satelit Pertanahan (JRSP) di lingkungan Kantor Pertanahan se-Provinsi Sulawesi Barat, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi, kesiapan, serta optimalisasi fungsi stasiun CORS JRSP sebagai infrastruktur pendukung pengukuran dan pemetaan pertanahan yang presisi.
Selain melakukan inventarisasi lapangan, Muslih Fauzi juga menyampaikan pemaparan mengenai perkembangan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) CORS melalui Zoom Meeting yang diikuti seluruh satuan kerja BPN di Provinsi Sulawesi Barat.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, A. Rusmin Nuryadin, bersama petugas ukur dan staf teknis dari masing-masing kantor pertanahan. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesiapan operasional stasiun CORS JRSP, serta pemanfaatan teknologi GNSS dalam mendukung pelayanan pertanahan yang lebih akurat dan efisien.
Dalam paparannya, Muslih Fauzi menegaskan bahwa keberadaan CORS JRSP memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas data geospasial di lingkungan ATR/BPN.
“Inventarisasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh stasiun CORS JRSP berfungsi secara optimal. Dengan dukungan teknologi GNSS yang terus berkembang, kita dapat meningkatkan akurasi pengukuran dan pemetaan pertanahan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Muslih Fauzi.
Sementara itu, Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, A. Rusmin Nuryadin, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, inventarisasi dan pembaruan pemahaman teknis menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan pengukuran pertanahan di daerah.
“Kegiatan ini memberikan penguatan kapasitas bagi petugas teknis sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur CORS JRSP di Sulawesi Barat agar mampu mendukung pelaksanaan pengukuran pertanahan sesuai standar yang berlaku,” kata Rusmin.
Melalui kegiatan inventarisasi dan penguatan kapasitas ini, ATR/BPN berharap pemanfaatan teknologi GNSS CORS di Sulawesi Barat semakin optimal sehingga mampu mendukung terwujudnya data pertanahan yang akurat, modern, dan terintegrasi.














