KesehatanPemerintahan

Briket Anti Nyamuk dan Edukasi Bahaya Boraks: Inovasi Poltekes di Kelurahan Banta-Bantaeng

×

Briket Anti Nyamuk dan Edukasi Bahaya Boraks: Inovasi Poltekes di Kelurahan Banta-Bantaeng

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Dosen pengajar dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kantor Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (9/92025).

Kegiatan ini mengusung tema “Pemanfaatan Sumber Daya Lokal untuk Pembuatan Briket Repellent Nyamuk sebagai Alternatif Pengendalian Vektor dan Edukasi Keamanan Pangan dengan Analisis Kandungan Boraks pada Makanan Ekstra Ubi Jalar.”

Ketua tim pengabdian, Dr. Ashari Rasyid,  menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan bahan lokal sebagai solusi pengendalian vektor dan keamanan pangan.

“Kegiatan hari ini adalah bentuk pengabdian masyarakat dari jurusan Kesehatan Lingkungan. Topiknya terkait briket untuk mengurangi nyamuk dengan memanfaatkan limbah atau sampah yang ada di sekitar kita. Briket ini bisa membuat nyamuk lumpuh tanpa bergantung pada bahan kimia berbahaya,” ungkap Ashari.

Tak hanya fokus pada inovasi briket anti nyamuk, tim juga memberikan penyuluhan tentang bahaya penggunaan boraks dalam makanan.

“Boraks masih lazim ditemukan di tengah masyarakat padahal sangat berbahaya bagi tubuh. Karena itu kami ingin memberikan rasa aman sekaligus pemahaman kepada masyarakat,” tambahnya.

Ashari menambahkan bahwa semua kegiatan pengabdian telah melalui proses ilmiah dan riset di kampus. Ia juga menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat telah menjadi bagian dari tradisi Poltekes sejak awal 2000-an.

“Sebelum diterapkan di masyarakat, penelitian dilakukan di Poltekes terlebih dahulu. Kami juga rutin melayani masyarakat sejak tahun 2000-an. Tidak hanya dari jurusan Kesehatan Lingkungan, tapi juga Fisioterapi, Gizi, Keperawatan, hingga Analis Kesehatan. Semuanya gratis, bahkan untuk pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Lurah Banta-Bantaeng, Adi Muliady Jacub, yang mengapresiasi keberlanjutan kolaborasi antara pihak kelurahan dan Poltekes.

“Kami sangat berterima kasih atas ketulusan Poltekes yang turun langsung ke masyarakat. Mereka tidak hanya memberi pemahaman, tapi juga solusi nyata untuk persoalan lingkungan dan kesehatan. Kegiatan ini sudah berjalan sejak 2022 berkat adanya Memorandum of Agreement (MoA) antara pihak kelurahan dan Poltekes,” ujarnya.

Adi juga menyebutkan bahwa kolaborasi tersebut telah memberi dampak positif bagi warga.

“Salah satunya, lorong binaan PKK kami berhasil menjadi juara berkat inovasi pembuatan kompos yang sejalan dengan program Wali Kota Makassar, yakni eco enzyme. Jadi program Poltekes ini betul-betul memberi dampak nyata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *