Kendari, Potretnusantara.co.id -Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menghadiri Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara yang digelar Pengurus Wilayah KKMM Sultra di kawasan Eks MTQ Kota Kendari, Minggu (19/7/2026).

Mengusung tema “Merajut Persaudaraan, Melestarikan Adat Dalam Semangat Kawunaha Yang Luhur Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat tali persaudaraan masyarakat Muna sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga nilai-nilai budaya di Sulawesi Tenggara.
Kehadiran Bupati Irham Kalenggo menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terhadap upaya pelestarian adat, budaya, dan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam sambutannya, Irham Kalenggo mengapresiasi penyelenggaraan Silaturahmi Akbar KKMM yang dinilainya memiliki peran strategis dalam memperkuat kohesi sosial melalui pendekatan budaya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya Silaturahmi Akbar KKMM ini. Tema yang diangkat, yaitu ‘Merajut Persaudaraan dan Melestarikan Adat Dalam Semangat Kawunaha’, adalah pesan yang sangat kuat bagi kita semua untuk tetap solid di tengah keberagaman,” ujar Irham Kalenggo.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Pengurus Wilayah KKMM Sulawesi Tenggara periode 2026–2031 yang baru saja dikukuhkan. Menurutnya, kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga nilai-nilai adat sekaligus mendorong pembangunan daerah.
“Selamat kepada Pengurus Wilayah KKMM Sulawesi Tenggara periode 2026-2031 yang baru saja dilantik. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, menjaga marwah adat, serta menjadi penggerak dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045 melalui nilai-nilai luhur yang kita miliki,” tambahnya.
Irham juga memberikan apresiasi terhadap penyajian 1.200 dulang serta berbagai prosesi adat yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, termasuk tradisi Kabasano Haroa. Menurutnya, kekayaan budaya tersebut merupakan warisan yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.
“Melihat antusiasme masyarakat dan pelestarian tradisi seperti penyajian ribuan dulang ini, saya optimis bahwa identitas budaya kita tidak akan luntur oleh zaman. Inilah jati diri kita yang sebenarnya,” pungkasnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Wilayah KKMM Sulawesi Tenggara periode 2026–2031, penganugerahan gelar kehormatan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, peluncuran program kerja KKMM, serta penampilan berbagai atraksi budaya khas Muna.
Penyajian 1.200 dulang menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara tersebut. Tradisi itu tidak hanya menampilkan kekayaan kuliner khas Muna, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, Wali Kota Kendari, jajaran pejabat daerah, serta tokoh masyarakat Muna. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai harapan untuk keselamatan, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.















