Barru, Potretnusantara.co.id – Perjalanan Tim U-17 Gappembar pada turnamen bergengsi Liga Ramang 2026 harus terhenti di babak perempat final (8 besar). Meski gagal melangkah ke semifinal, tim muda binaan Komisariat Lembaga Olahraga Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa Barru (Gappembar) tersebut meninggalkan catatan membanggakan setelah sebelumnya keluar sebagai juara Grup D pada fase penyisihan.
Ketua Umum DPP Gappembar, AFIS, S.H., menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa organisasi daerah (Organda) mampu bersaing dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) maupun komunitas sepak bola yang telah lebih dulu mapan.
Ia mengaku bangga atas perjuangan para pemain muda U-17 Gappembar beserta seluruh jajaran manajemen tim yang telah bekerja keras sepanjang kompetisi berlangsung.
“Adik-adik kita di Tim U-17 Gappembar telah gugur sebagai ksatria daerah. Mereka membuktikan bahwa logo Gappembar di dada bukan sekadar simbol organisasi, melainkan identitas mental petarung. Menembus babak 8 besar dan menjuarai Grup D di bawah bendera Komisariat Lembaga Olahraga yang dipimpin oleh Alwan, di tengah dominasi klub-klub SSB formal yang memiliki manajemen mapan, adalah sebuah prestasi yang luar biasa,” tegas Ketua Umum DPP Gappembar dalam keterangan resminya di Barru, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan tim mencapai fase gugur tidak terlepas dari semangat kolektivitas, gotong royong, serta soliditas seluruh elemen yang terlibat dalam mendukung perjuangan tim.
AFIS menjelaskan bahwa perjalanan Gappembar di Liga Ramang dibangun melalui jalur pembinaan yang mandiri dengan tata kelola organisasi yang kuat di bawah kepemimpinan Alwan selaku Ketua Komisariat Lembaga Olahraga Gappembar. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, mulai dari sponsor utama Faisal Fattah, kemitraan dengan Satintelkam Polres Barru, hingga dukungan dari Sahabat Aya.
Selain itu, sejumlah mitra strategis turut memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan tim, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Nurhasbiah Main, PT Wira Berdikari, Maruko Cafe, dan Razha Cafe.
“Ini adalah pembuktian nyata ke publik bahwa wadah Organda memiliki sistem jejaring yang kuat dan kaderisasi yang utuh melalui Komisariat Lembaga Olahraga yang fungsional. Melalui manajemen yang dikawal oleh Alwan serta kawalan logistik dan keamanan dari para sponsor utama dan mitra strategis seperti Pak Faisal Fattah, NHM, Wira Berdikari, Maruko Cafe, Razha Cafe, Satintelkam Polres Barru, dan Sahabat Aya, kita membuktikan bahwa Gappembar adalah organisasi kader yang utuh, yang mampu mengelola tim olahraga secara profesional dan mencetak mental juara yang tangguh di arena,”* lanjutnya.
AFIS menegaskan bahwa capaian di Liga Ramang tidak akan menjadi akhir dari proses pembinaan atlet muda yang dilakukan Gappembar. Organisasi akan terus mengawal pengembangan bakat para pemain sebagai bagian dari proses kaderisasi dan pembinaan generasi muda daerah.
DPP Gappembar memastikan pembinaan terhadap talenta-talenta sepak bola muda di bawah naungan Komisariat Lembaga Olahraga akan terus berlanjut. Para pemain yang telah berjuang di Liga Ramang akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Gappembar dan dipersiapkan untuk menghadapi berbagai turnamen pada masa mendatang.
“Perjalanan ini belum selesai. Liga Ramang menjadi bukti bahwa anak-anak muda yang dibina melalui organisasi daerah mampu bersaing dengan tim-tim besar. Kami akan terus mengawal mereka, memperkuat pembinaan, dan mempersiapkan generasi berikutnya agar mampu membawa nama Barru lebih jauh lagi,” tutup AFIS.



















