Kesehatan

Ibu Hamil Ditandu ke Puskesmas, Akses Kesehatan di Polewali Mandar Disorot

×

Ibu Hamil Ditandu ke Puskesmas, Akses Kesehatan di Polewali Mandar Disorot

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masih memprihatinkan, Senin (25/5/2026). Sejumlah warga dilaporkan harus berjalan kaki hingga lima jam untuk mencapai fasilitas kesehatan terdekat akibat buruknya infrastruktur jalan dan minimnya sarana transportasi.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menyulitkan masyarakat memperoleh layanan medis, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa, terutama bagi pasien dalam kondisi darurat.

Baru-baru ini, seorang ibu hamil dari wilayah pedalaman terpaksa ditandu warga menuju puskesmas karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Perjalanan panjang dengan medan yang berat menyebabkan keterlambatan penanganan medis. Bayi yang dikandung ibu tersebut dilaporkan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan yang memadai.

Peristiwa itu kembali menyoroti belum meratanya pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Di tengah pembangunan yang terus digaungkan pemerintah, masih terdapat masyarakat yang harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk memperoleh layanan kesehatan dasar.

Buruknya kondisi jalan menuju wilayah pedalaman disebut menjadi faktor utama yang memperparah situasi. Saat warga sakit, proses evakuasi sering kali dilakukan secara manual menggunakan tandu sambil berjalan kaki melintasi medan terjal dan sulit dijangkau kendaraan.

Kondisi tersebut dinilai sangat rentan bagi kelompok masyarakat tertentu, seperti ibu hamil, lansia, dan pasien dengan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Pembangunan infrastruktur jalan, pemerataan fasilitas kesehatan, serta penyediaan tenaga medis di daerah terpencil dinilai menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat lagi ditunda.

Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara. Karena itu, masyarakat menilai tidak seharusnya ada warga yang kehilangan anggota keluarga akibat sulitnya akses menuju layanan kesehatan.

“Jangan sampai nyawa rakyat menjadi korban karena lambannya perhatian terhadap akses kesehatan dan infrastruktur di daerah terpencil.” kata Vikri Haikal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *