Mamuju, Potretnusantara.co.id – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Barat (AMP – Sulbar) menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Bundaran Hotel Maleo, Mamuju, Sabtu (2/5/2026).
Puluhan massa aksi melakukan long march dari Pantai Manakarra menuju lokasi aksi. Mereka menyuarakan berbagai persoalan buruh dan pendidikan yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Koordinator Lapangan aksi, Irfan Saputra, yang juga Ketua Basis Komkar FPPI Pimpinan Kota Mamuju, menegaskan bahwa isu buruh dan pendidikan merupakan persoalan krusial, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Irfan Saputra, Koordinator Lapangan sekaligus Ketua Basis Komkar FPPI Pimpinan Kota Mamuju, menegaskan bahwa persoalan buruh dan pendidikan, baik pada skala nasional maupun lokal, merupakan isu krusial yang harus menjadi perhatian serius pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Ia juga menilai masih terdapat berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya.
Dalam orasinya, Irfan menekankan agar aksi yang mereka lakukan tidak diabaikan begitu saja oleh pemerintah.
“Dalam aksi damai yang kami gelar dalam rangka memperingati May Day dan Hardiknas mesti menjadi perhatian serius pemerintah, terkhususnya kondisi buruh serta persoalan-persoalan dalam pendidikan,” tegasnya.
Ia juga berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, khususnya di Sulawesi Barat.
“Tuntutan yang kami bawah pada hari ini, kami harapkan untuk dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Kami juga berharap besar agar tuntutan kami dapat dipenuhi oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah Sulbar sendiri,” lanjutnya.
Dalam aksi tersebut, Alianssi Mahasiswa dan Pemuda Sulbar menyampaikan sejumlah tuntutan utama, di antaranya:
1. Tanah untuk rakyat
2. Kenaikan upah buruh di Indonesia
3. Penegakan jam kerja maksimal 8 jam per hari
4. Pendidikan gratis bagi rakyat
5. Penghentian komersialisasi pendidikan
6. Pemenuhan infrastruktur pendidikan di pelosok, khususnya Sulawesi Barat
7. Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik
8. Realisasi anggaran 20 persen untuk pendidikan
9. Evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG), atau penghentian jika diperlukan
10. Pembentukan perda untuk ojek online (ojol) di Sulawesi Barat
11. Penggratisan BPJS Ketenagakerjaan bagi ojol
12. Pembatasan potongan aplikasi maksimal 10 persen
13. Kenaikan tarif ojek online
Selain itu, massa aksi juga menyampaikan tuntutan turunan, yakni:
1. Memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak
2. Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset
3. Mengusut tuntas pelanggaran HAM di Indonesia
4. Menolak rencana tambang uranium di Sulawesi Barat
Aksi berlangsung tertib dengan penyampaian orasi secara bergantian. Massa kemudian membubarkan diri dengan damai setelah aksi demonstrasi selesai.












