Palopo, Potretnusantara.co.id – Di atas meja, daftar menu terbuka. Sekilas biasa. Tapi kalau direnungkan terlalu lama, bisa berubah jadi bahan overthinking. Sebab di sini, pilihan bukan cuma soal makan atau minum—tapi soal: “Hari ini mau bahagia versi hemat atau versi sedikit nekat?”
Untuk urusan perut, menu Food dibanderol mulai Rp 22 ribu hingga Rp 75 ribu. Cukup fleksibel—mau kenyang minimalis atau maksimalis, semua ada jalannya. Dessert? Tenang, hidup sudah cukup pahit. Manisnya bisa ditebus di kisaran Rp 15 ribu sampai Rp 21 ribu.
Lalu datanglah bagian yang agak filosofis: “Hot Soup.” Di sinilah letak kejujuran hidup diuji. Dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 60 ribu, ada satu menu yang diam-diam jadi primadona “Sop Ubi”. Sederhana, tidak banyak gaya, tapi justru paling dicari. Seperti orang baik—tidak banyak bicara, tapi selalu dirindukan.
Di sektor minuman, kopi panas dibanderol sekitar Rp 18 ribu. Es kopi? Sedikit lebih dingin, di angka Rp 21 ribu—cocok untuk mendinginkan hati yang kadang panas karena chat tidak dibalas. Chocolate series berada di Rp 23 ribu sampai Rp 25 ribu, sementara Jus dan Mix Fruit di kisaran Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu—sehat, segar, dan setidaknya bisa jadi alibi hidup lebih baik mulai besok.
Untuk yang ingin tampil kalem, “Tea Healthy” hadir dari Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu. Rasanya ringan, seperti janji-janji yang sering kita buat ke diri sendiri.
Menariknya, Eltris Cafe yang beralamatkan di Jln. Ahmad Razak, buka dari pukul 08.00 pagi sampai 22.00 malam. Artinya, dari overthinking pagi hingga overthinking malam, semuanya bisa difasilitasi dengan baik.
Di tempat ini, Anda bebas jadi siapa saja: Pekerja keras, Mahasiswa pura-pura sibuk, atau sekadar manusia yang butuh alasan untuk duduk lebih lama. Tidak ada yang menghakimi—kecuali mungkin sinyal WiFi kalau lagi lemot.
Akhir kata, Eltris Cafe mengajarkan satu hal sederhana: bahwa kebahagiaan tidak selalu mahal. Kadang, ia hadir dalam semangkuk Sop Ubi, secangkir Kopi, dan waktu yang tidak dikejar-kejar. “Sebab, di dunia yang serba cepat ini, duduk tenang sambil menyeruput kopi adalah bentuk perlawanan paling elegan”.
Penulis: S PNs












