InternasionalNews

Gencatan Senjata Katanya Damai, Netanyahu Malah Main Petasan Di Lebanon

×

Gencatan Senjata Katanya Damai, Netanyahu Malah Main Petasan Di Lebanon

Sebarkan artikel ini

Internasional, Potretnusantara.co.id – Israel menyerang Lebanon, serangan sporadis ke target sipil dengan alasan menyerang HZB. Itu dilakukan setelah kesepakatan gencatan senjata sementara Iran dan AS.

Netanyahu berdalih, kesepakatan gencatan senjata AS dengan Iran tidak termasuk Lebanon. Iran bersikeras bahwa gencatan senjata sepaket dengan Lebanon.

Netanyahu menyerang Lebanon untuk melakukan sabotase gencatan senjata yang sebenarnya tidak dia inginkan.Trump dan Netanyahu dalam posisi tegang, Israel merasa Trump mengalah ke Iran dan gencatan senjata ini merugikan Israel. Memang faktanya seperti itu.

Israel sangat dirugikan dengan gencatan senjata ini, tujuan Israel adalah menggulingkan pemerintah Iran, menghancurkan program balistik, program nuklir, nol uranium di Iran dst, tapi ini semua tidak tercapai.

Netanyahu menekan Trump agar Lebanon tidak masuk dalam kesepakatan, dan Trump menerima tuntutan Netanyahu. Trump lemah didepan Netanyahu, Trump itu boneka Netanyahu.

Iran bersikeras, jika Lebanon masih diserang, maka Iran akan keluar dari kesepakatan gencatan senjata dan akan melakukan pengeboman kembali ke Israel tanpa basa basi. Dan ini akan menjadi bumerang bagi AS.

Netanyahu mengamuk karena gencatan senjata ini dianggap sepihak dan Israel tidak diajak berunding oleh Trump. Dan Israel saat ini ingin melakukan sabotase agar perang kembali berlanjut.

Selain Israel, UAE juga merupakan pihak yang tidak setuju dengan gencatan senjata ini, UAE melakukan sabotase dengan menyerang kilang minyak Iran, Iran lalu membalas dengan 20 balistik ke UAE, dan sekarang UAE diam. Jika konflik lanjut, Iran berjanji akan mengirim lebih banyak balistik ke UAE.

Selat Hormuz sudah dibuka sesuai kesepakatan AS dengan Iran, dibuka dengan syarat tetap dibawah kendali tentara Iran. Lewat dan harus bayar. Tapi setelah Israel kemarin menyerang Lebanon, Selat Hormuz saat ini ditutup total kembali oleh Iran, dan semua kapal diminta untuk menjauh, kalau tidak akan dihancurkan.

Hanya ada dua kapal yang berhasil lewat selat Hormuz dalam waktu jeda kemarin sebentar, tapi setelah penyerangan ke Lebanon oleh Israel, sekarang Hormuz tertutup total kembali.

Iran memperingatkan, jika serangan ke Lebanon berlanjut, maka Iran akan kembali menggempur Israel dan AS di seluruh kawasan dan perang akan dilanjutkan. Meeting besok di Pakistan akan dicancel.

Iran mengirim pesan ke Trump, bahwa jika dia tidak bisa mengendalikan anjing gilanya (Netanyahu) maka Iran yang akan menghandle Netanyahu dan Israel dengan rudal.

Gencatan senjata ini masih sangat rapuh, seperti yang kami singgung kemarin, perang bisa pecah lagi kapan saja, karena Netanyahu merasa sangat dirugikan dengan kesepakatan AS dengan Iran ini, dan dia terus berupaya memprovokasi keadaan.

Gencatan senjata ini adalah kemauan Trump dan AS yang disepakati Iran dan dimediasi oleh Pakistan, Mesir, dan Turki. Yang dibelakangnya dibackup oleh China.Tapi bagi Iran, gencatan senjata ini harus komprehensif, sepaket dengan Lebanon dan semua wilayah.

Jika tidak maka tidak akan ada gencatan senjata. Clock is ticking, time is running. Pilihan di lapangan sekarang hanya dua, AS menjinakkan anjing gila Netanyahu atau perang dengan Iran akan pecah kembali sesegera mungkin.

Sumber: Tengku Zulkifli Usman

Editor: S PNs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *