Internasional, Potretnusantara.co.id – Sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Iran dan dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dilaporkan mengubah haluan pelayarannya ke China, setelah sebelumnya sempat mengindikasikan tujuan ke India.
Kapal tanker Ping Shun, jenis Aframax yang dibangun pada 2002 dan masuk daftar sanksi AS pada 2025, kini memberi sinyal tujuan ke Dongying, China, berdasarkan data dari Kpler.
Sebelumnya, pada awal pekan ini kapal tersebut sempat mengindikasikan akan berlabuh di Vadinar, pelabuhan di pantai barat India. Namun, kapal itu kemudian mengubah arah secara tajam ke selatan. Meski demikian, sinyal tujuan pelayaran tersebut masih dapat berubah sewaktu-waktu.
India sendiri diketahui belum kembali mengimpor minyak mentah dari Iran sejak Mei 2019, setelah menghentikan pembelian akibat tekanan sanksi dari AS.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dilaporkan sempat memberikan kelonggaran sementara terhadap kargo minyak Iran yang sudah berada di laut. Namun, berbagai kendala seperti mekanisme pembayaran, pengiriman, serta asuransi masih menjadi hambatan utama dalam realisasi transaksi tersebut.
Perubahan arah kapal ini mencerminkan kompleksitas perdagangan minyak global di tengah tekanan sanksi dan dinamika geopolitik yang terus berkembang.













