Pemerintahan

Bapperida Sulbar Ungkap Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

×

Bapperida Sulbar Ungkap Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Sebarkan artikel ini

Polman, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada tahun 2029. Target ambisius ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Ekonomi yang digelar di Hotel Lilianto, Polewali Mandar (Polman), Jumat (4/7/2025).

Rakor ini dipimpin langsung Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, dengan tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Daerah melalui Sektor Unggulan”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif sebagaimana visi misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga (SDK-JSM) dalam Panca Daya.

“Pertumbuhan ekonomi Sulbar saat ini menunjukkan tren positif, dengan pendapatan per kapita meningkat 4,87 persen dibanding tahun sebelumnya. Tapi kita tidak bisa berhenti di situ. Target 8 persen bukan hal mudah, tapi sangat mungkin dicapai jika semua sektor bergerak bersama,” ujar Junda.

Ia menekankan pentingnya penguatan sektor unggulan seperti kakao, kopi, kelapa, dan perikanan. Selain itu, dukungan terhadap UMKM, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan konektivitas antarwilayah dinilai krusial.

Junda juga menyoroti tantangan petani yang masih menghadapi ketidakpastian pasar. Ia mendorong kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah.

“Petani butuh kepastian dan dukungan nyata. Kita harus bangun ekosistem ekonomi yang saling percaya dan saling menguatkan,” kata dia.

Rakor ini turut diikuti perwakilan Bappenas secara daring dan dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulbar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Biro Ekbang, OPD provinsi dan kabupaten, serta pelaku usaha dan UMKM dari seluruh Sulbar.

Menurut Junda, kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi kunci, terutama dalam mendorong digitalisasi UMKM, sertifikasi halal produk, hingga peningkatan akses keuangan bagi pelaku usaha kecil.

“Semua pihak harus berperan. Tanpa kerja sama lintas sektor, kita akan sulit wujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis: Humas Pemprov Sulbar / Editor: Dino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *