Kesehatan

Dinkes Konsel Terjunkan Tim Gabungan dan Hentikan Sementara Operasional SPPG puao Imbas Dugaan Keracunan Massal

×

Dinkes Konsel Terjunkan Tim Gabungan dan Hentikan Sementara Operasional SPPG puao Imbas Dugaan Keracunan Massal

Sebarkan artikel ini

Konawe Selatan , Potrenusantara.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan memberikan perhatian serius terhadap kejadian tersebut.Rabu / 14 / 10 / 2026

Berdasarkan laporan awal dari BLUD UPTD Puskesmas Motaha, tercatat sebanyak 144 orang terdampak, yang berasal dari beberapa satuan pendidikan, yakni SDN 1 ANGATA, SDN 3 ANGARA, SDN 4 ANGARA, SDN 12 ANGATA, SMPN 7 Konsel, SMA Negeri 10 Konsel, serta satu orang balita.

Para pasien dilaporkan mengalami keluhan berupa diare berulang, mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan melalui SPPG Puao.

Berdasarkan perkembangan laporan sementara, sebagian besar pasien telah mendapatkan pelayanan kesehatan dan dinyatakan dalam kondisi stabil. Namun demikian, pemantauan terhadap seluruh pasien tetap menjadi prioritas untuk memastikan tidak terjadi perburukan kondisi maupun penambahan kasus.

Dinas kesehatan menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, merupakan prioritas utama dalam penanganan kejadian ini.
Oleh karenanya Tim dokter dari Puskesmas Landono, Benua, Sahulakoa dan RS turut serta menangani pasien termasuk kebutuhan logistik yang dipastikan tercukupi.

Untuk itu, terdapat beberapa langkah strategis yang menjadi fokus penanganan kami:

  1. Memperkuat respons cepat dan pelayanan kesehatan. Memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang cepat, tepat, dan sesuai kondisi klinis, termasuk pemantauan pasien yang masih menjalani perawatan.
  2. Melaksanakan penyelidikan epidemiologi secara menyeluruh. Mengoptimalkan peran Tim Gerak Cepat (TGC) untuk mengidentifikasi sumber paparan, pola kejadian, faktor risiko, serta kemungkinan penyebab dugaan keracunan pangan.
  3. Memperkuat koordinasi lintas sektor. Melakukan koordinasi bersama lintas sektor bersama Puskesmas Motaha, pengelola SPPG, pihak sekolah, pemerintah setempat, Polresta, BIN, BGN, Danramil, BPOM guna memastikan penanganan berjalan terpadu dan terkoordinasi.
  4. Memastikan pemeriksaan keamanan pangan. Mendorong pengambilan dan pemeriksaan sampel makanan melalui laboratorium yang berwenang, termasuk koordinasi dengan Balai POM Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari upaya memastikan penyebab kejadian secara ilmiah.
  5. Meningkatkan kewaspadaan dan surveilans epidemiologi. Melaksanakan pemantauan aktif terhadap kemungkinan penambahan kasus serta memastikan sistem pelaporan dan respons cepat berjalan optimal di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan terkait.

Kami juga mendukung langkah BGN melakukan penghentian sementara aktivitas pengolahan dan distribusi makanan dari SPPG Puao sebagai tindakan pencegahan sampai dilakukan evaluasi keamanan pangan sesuai kewenangan instansi terkait.

Perlu kami tegaskan bahwa kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan epidemiologi. Oleh karena itu, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat disimpulkan sebelum diperoleh hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang valid.

Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan, melakukan pemantauan perkembangan kondisi pasien, serta memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang memiliki tujuan penting dalam meningkatkan status gizi anak-anak. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus didukung dengan pengawasan keamanan pangan, penerapan higiene sanitasi, dan pengendalian risiko kesehatan secara konsisten.

Prinsip kami adalah respons cepat, penanganan tepat, investigasi objektif, dan pencegahan berkelanjutan.

Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan segera melaporkan kepada fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila ditemukan keluhan serupa.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga seluruh pasien segera pulih dan kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas serta keamanan pelayanan pangan bagi masyarakat Kabupaten Konawe Selatan.

Editor : Ikmal Saranani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *