NewsPendidikan

KCD Kolaka Utara Ingatkan Siswa SMAN 1 Batuputih Waspadai Hoaks dan Tawuran

×

KCD Kolaka Utara Ingatkan Siswa SMAN 1 Batuputih Waspadai Hoaks dan Tawuran

Sebarkan artikel ini

Kolaka Utara, Potretnusantara.co.id – Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten Kolaka Utara, LD. Hasiru, mengingatkan siswa SMA Negeri 1 Batuputih agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

Pesan tersebut disampaikan LD. Hasiru saat melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Batuputih sekaligus menjadi pembina upacara, Senin (24/8/2026).





Dalam amanatnya, LD. Hasiru menegaskan bahwa media sosial harus digunakan secara bijak karena tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.

“Kedatangan saya pada kesempatan hari ini adalah untuk memberikan imbauan kepada anak-anakku sekalian, agar tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang diterima melalui media sosial. Karena informasi yang disebarkan itu merupakan hoaks,” ujar LD. Hasiru dalam amanatnya.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu maupun provokatif dapat memberikan dampak negatif terhadap pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama siswa berada di sekolah adalah menuntut ilmu sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Tujuan kalian datang ke sekolah adalah untuk menimba ilmu yang kemudian menjadi bekal untuk masa depan kalian. Jangan tujuan kalian untuk menimba ilmu dirusak oleh segelintir orang yang sengaja memprovokasi dan menimbulkan perselisihan antarpelajar,” tegasnya.

Selain persoalan hoaks, LD. Hasiru mengimbau siswa SMA Negeri 1 Batuputih agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi memicu tawuran. Menurutnya, keterlibatan dalam aksi kekerasan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban serta berdampak terhadap masa depan siswa.

“Saya berharap kepada anak-anakku sekalian yang berada di SMA Batuputih ini tidak ada yang terlibat dalam hal-hal yang bisa menimbulkan tawuran,” katanya.

Ia menjelaskan, keterlibatan pelajar dalam tindak kekerasan yang berujung pada pencatatan di kepolisian dapat menjadi persoalan ketika siswa membutuhkan dokumen atau rekomendasi yang berkaitan dengan catatan perilaku di kemudian hari.

Kondisi tersebut, kata LD. Hasiru, berpotensi menghambat kesempatan siswa dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

“Kalau anak-anakku sekalian terlibat tawuran dan sudah tercatat di kepolisian, maka akan berdampak pada saat kalian ingin mengurus kelakuan baik. Itu akan terhalang, sehingga peluang-peluang kalian untuk mengikuti pekerjaan atau melamar di salah satu perusahaan juga dapat terganggu,” jelasnya.

LD. Hasiru juga menyoroti pentingnya pengawasan di lingkungan sekolah. Ia meminta guru yang bertugas sebagai piket meningkatkan pengawasan, khususnya saat proses pembelajaran berlangsung.

“Pengawasan di sekolah harus ditingkatkan, khususnya pada saat jam pelajaran. Guru yang bertugas atau sebagai piket harus segera melihat suasana sekolah dan memastikan tidak ada siswa yang berkeliaran pada saat jam pelajaran berlangsung,” ujarnya.

Selain pengawasan, ia mendorong penguatan pembinaan karakter melalui kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Kegiatan tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan siswa.

“Yang paling penting ada kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Mereka bisa mengikuti kegiatan itu untuk membentuk karakter-karakter yang nantinya menjadi calon-calon pemimpin,” tutur LD. Hasiru.

Ia berharap pembinaan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, tetapi juga mendapat dukungan masyarakat sekitar. Masyarakat di lingkungan sekolah diharapkan turut berperan menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif.

“Masyarakat, khususnya masyarakat di lingkungan sekolah ini, agar segera membantu memantau untuk menciptakan ketenteraman di lingkungan sekolah. Jika ada tempat-tempat yang sering menjadi lokasi anak-anak nongkrong, masyarakat juga dapat membantu kita untuk memantau,” katanya.

Kunjungan kerja sekaligus pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Cabang Dinas Pendidikan, pihak sekolah, guru, siswa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *