Jakarta, Potretnusantara.co.id – Akademisi muda Universitas PTIQ Jakarta, Rahmat Taufik Sipahutar, kembali menorehkan karya di bidang literasi keislaman melalui buku Pikiran yang Memurnikan: Jejak Mahakarya Prof. Nasaruddin Umar. Buku tersebut resmi diluncurkan dalam rangkaian Peluncuran dan Bedah Buku Seri Pemikiran Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar Office (NUO), UIN Sumatera Utara Medan, Universitas PTIQ Jakarta, dan Pro De Leader Global Media. Selain karya Rahmat Taufik Sipahutar, turut diluncurkan dua buku lainnya, yakni Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar serta Artikel dan Opini Pilihan Prof. Nasaruddin Umar.
Melalui buku yang ditulisnya, Rahmat berupaya merekam sekaligus menguraikan perjalanan intelektual Prof. Nasaruddin Umar, mulai dari konsep Logika Rasa, hermeneutika gender dan ekologi, hingga gagasan tentang pembangunan peradaban yang memadukan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai spiritual. Karya tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam memahami corak pemikiran Menteri Agama Republik Indonesia.
“Saya sangat bangga atas terbitnya buku yang mengulas pemikiran Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar ini. Bagi saya, beliau merupakan sosok dengan gagasan yang sangat kontekstual dalam menjawab berbagai persoalan di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. Melalui buku ini, saya berharap masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda, dapat lebih mudah memahami serta mengembangkan pemikiran-pemikiran beliau,” ujar Rahmat Taufik Sipahutar.
Peluncuran buku menghadirkan Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., dan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., sebagai keynote speaker. Acara dibuka oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D.
Dalam sesi bedah buku, sejumlah tokoh memberikan pandangan terhadap karya-karya yang diluncurkan, di antaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Pengajar Islamologi Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Dr. Budhy Munawar Rachman, M.A., serta Rahmat Taufik Sipahutar sebagai penulis. Diskusi dipandu oleh Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Arif Zamhari, M.A., Ph.D., dan diakhiri dengan penyerahan simbolis buku kepada sepuluh tokoh nasional.
“Saya juga merasa sangat dihargai karena diberikan kesempatan untuk menjadi pembicara dalam forum yang begitu luar biasa ini. Kehadiran para tokoh nasional, akademisi, dan pemangku kebijakan menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus motivasi bagi saya untuk terus berkarya dalam pengembangan literasi dan pemikiran Islam di Indonesia,” tambah Rahmat.
Buku Seri Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar dipandang sebagai kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Selain memuat refleksi intelektual, buku-buku tersebut menawarkan arah pengembangan perguruan tinggi keagamaan yang adaptif terhadap transformasi digital, penguatan tata kelola institusi, serta pengarusutamaan moderasi beragama dalam kehidupan akademik.
Rahmat Taufik Sipahutar sendiri memiliki rekam jejak yang cukup menonjol sebagai akademisi muda. Pada Februari 2025, ia dipercaya Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai utusan program dakwah di Berlin, Jerman, dengan mengemban amanah sebagai imam masjid. Sebelumnya, ia juga meraih Juara MTQ Tingkat Nasional Tahun 2020. Pada Februari 2026, Rahmat kembali mendapat kepercayaan sebagai bagian dari tim editor buku karya Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.
Melalui karya terbarunya ini, Rahmat Taufik Sipahutar menunjukkan bahwa akademisi muda tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di ruang akademik, tetapi juga berkontribusi memperkaya literatur keislaman Indonesia melalui dokumentasi dan pengembangan pemikiran tokoh-tokoh bangsa.














