Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – RSUD Hajja Andi Depu kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan pencurian sepeda motor di area parkir rumah sakit tersebut, Sabtu (11/7/2026).
Informasi itu pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook Yusriani Al’afgani yang membagikan video rekaman CCTV berdurasi sekitar 50 detik. Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah dibagikan puluhan kali dan memicu beragam tanggapan dari warganet.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan jaket berwarna hitam diduga membawa keluar satu unit sepeda motor Yamaha Soul GT dari area parkir RSUD Hajja Andi Depu.
Menindaklanjuti informasi tersebut, jurnalis Potretnusantara.co.id berupaya melakukan konfirmasi kepada Direktur RSUD Hajja Andi Depu, dr. Irwandi. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak rumah sakit belum memberikan tanggapan resmi.
Peristiwa tersebut memicu kritik dari sejumlah pengguna media sosial yang mempertanyakan sistem keamanan parkir di lingkungan rumah sakit.
Salah seorang pengguna Facebook, Tuty Nursalis, mempertanyakan jaminan keamanan kendaraan pengunjung yang telah membayar tarif parkir.
“Untuk apa bayar parkir mahal kalau tidak aman kendaraan,” tulisnya dalam kolom komentar unggahan tersebut.
Sorotan juga datang dari pengguna Facebook lainnya, Dede Pardede, yang menilai tata kelola area parkir perlu dievaluasi. Menurutnya, keberadaan petugas di titik masuk dan keluar area parkir sangat penting untuk meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan pengunjung.
“Pengaturan parkir juga salah. Seharusnya area dekat pintu masuk tidak digunakan sebagai lokasi parkir motor. Selain itu, wajib ada penjaga di setiap pintu masuk dan keluar, serta petugas khusus yang memantau kendaraan di area parkir,” tulisnya.
Sejumlah warganet lainnya turut menduga pelaku keluar melalui jalur masuk area parkir tanpa pemeriksaan yang memadai. Dugaan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap efektivitas sistem pengamanan kendaraan di lingkungan rumah sakit.
Peristiwa ini kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai standar keamanan parkir di RSUD Hajja Andi Depu, terutama terkait pengawasan kendaraan yang keluar-masuk area rumah sakit.
Kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Publik menunggu langkah dan penjelasan resmi dari manajemen RSUD Hajja Andi Depu terkait evaluasi sistem keamanan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Hajja Andi Depu belum memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut. Awak media telah berupaya menghubungi pihak rumah sakit untuk meminta konfirmasi, namun belum memperoleh respons.














