Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Upaya menekan angka kematian akibat kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Tenggara, sebanyak 30 dokter dari 26 puskesmas mengikuti Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Leher Rahim bagi Dokter di Puskesmas, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sahid Azizah Syariah pada 2–12 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menemukan kasus kanker sejak dini, sehingga peluang kesembuhan pasien semakin besar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, menegaskan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker pada perempuan.
“Kanker payudara dan kanker leher rahim masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan. Karena itu, tenaga kesehatan di puskesmas harus memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan skrining dan deteksi dini agar kasus dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani secara tepat,” ujar Nurlita.

Pelatihan ini menghadirkan fasilitator dari Perkumpulan Subspesialis Radiologi Payudara dan Reproduksi Perempuan Indonesia serta tim Indonesian Women Imaging Society (IWIS) yang memberikan materi teori dan praktik kepada peserta.
Menurut Nurlita, peningkatan kompetensi dokter di layanan primer merupakan investasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan daerah.
“Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Ketika dokter-dokter kita memiliki keterampilan yang baik dalam deteksi dini kanker, maka masyarakat akan lebih mudah mendapatkan layanan yang berkualitas tanpa harus menunggu kondisi penyakit menjadi berat,” katanya.

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Ranomeeto, Puskesmas Lameuru, dan Puskesmas Konda. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 106 perempuan mendapatkan pemeriksaan gratis untuk deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks.
Penanggung jawab kegiatan dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Konawe Selatan, Yuyun Nirwana Subair, SKM., M.Kes, mengatakan praktik lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara langsung kepada masyarakat.
“Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada peserta. Melalui pemeriksaan langsung terhadap masyarakat, dokter dapat meningkatkan keterampilan klinis sekaligus memberikan manfaat nyata berupa layanan skrining gratis bagi perempuan di Konawe Selatan,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Konawe Selatan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan cakupan deteksi dini kanker di seluruh wilayah kerja puskesmas dan mendorong kesadaran masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Nurlita juga mengajak seluruh perempuan untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang untuk disembuhkan. Kami mengajak seluruh perempuan di Konawe Selatan untuk memanfaatkan layanan deteksi dini yang tersedia di puskesmas, karena menjaga kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan keluarga dan generasi mendatang,” tutupnya.













