Makassar, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang TK, SD, dan SMP, dengan inovasi utama integrasi pendaftaran melalui aplikasi LONTARA+. Peluncuran dipimpin Wali Kota Munafri Arifuddin di Lapangan Karebosi.
Kepala Dinas Pendidikan, Achi Soleman, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan pendaftaran online yang lebih praktis sekaligus transparan, termasuk akses jadwal, syarat, pemantauan seleksi real-time, dan notifikasi.
“Pelaksanaan jadwal SPMB di Kota Makassar tahun ini, kami menghadirkan inovasi pendaftaran bisa melalui integrasi sistem digital berbasis aplikasi LONTARA+,” jelasnya.
Ia menambahkan,”Kami, Dinas Pendidikan bekerja sama Dinas Kominfo Makassar, aplikasi Lontara hadir dirancang untuk memberikan kemudahan akses sekaligus menjamin transparansi dalam seluruh tahapan penerimaan siswa baru di Kota Makassar.”

Aplikasi ini juga memungkinkan orang tua memantau posisi dan peringkat anak secara langsung.
“Jadi, Ini adalah sistem terintegrasi yang memungkinkan orang tua siswa memantau seluruh proses secara terbuka, transparan, dan akuntabel sejak awal pendaftaran,” tambah Achi.
“Ini bagian dari keterbukaan informasi publik yang ingin kita wujudkan,” lanjutnya.
“Dengan sistem ini, semua informasi terbuka. Orang tua tidak perlu lagi bingung atau khawatir karena seluruh proses bisa dipantau dari awal hingga pengumuman,” ungkapnya.
SPMB 2026 tetap bisa diakses melalui situs resmi, dengan jadwal pendaftaran SD dan SMP berlangsung bertahap Mei–Juni 2026. Untuk mengatasi kendala sebelumnya, pemerintah menyiapkan server terpisah tiap jenjang.
“Jadi masyarakat tidak perlu cemas karena sistem ini dirancang untuk lebih stabil dan memberikan kepastian layanan,” imbuh Achi.
“Hari ini kita launching, tentu jadwalnya sudah ada. Masyarakat bisa melihat secara lengkap di petunjuk pelaksanaan SPMB,” pungkasnya.
Wali Kota Munafri menegaskan integrasi LONTARA+ bertujuan menutup celah kecurangan dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Ini hasil evaluasi dari tahun lalu. Sistemnya kita bedah, kita lihat apa saja kekurangannya, lalu kita perbaiki dan upgrade di tahun ini supaya tidak terjadi lagi kendala seperti sebelumnya,” ujarnya.
“Jangan lagi ada alasan server down. Karena kalau itu terjadi, orang jadi curiga, ada yang titip, ada yang dimasukkan, macam-macam. Ini yang tidak boleh terjadi,” tegasnya.
“Keluhan itu larinya ke kami, bukan ke sekolah. Makanya sistem ini harus dibuka supaya tanggung jawabnya jelas dan terbagi. Semua bisa melihat prosesnya,” jelasnya.
“Dengan sistem ini, kita ingin pastikan tidak ada lagi ruang untuk permainan. Semua harus transparan,” tukasnya.












