Makassar, Potretnusantara.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar terus mengembangkan program kemandirian dan ketahanan pangan. Terbaru, durian varietas Musangking ditanam di Kebun Asimilasi dan Edukasi sebagai bagian dari program pertanian terpadu.
Penanaman ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Butta Porea Indonesia dan Lapas Kelas I Makassar dalam pengembangan pertanian berbasis integrated urban farming. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang berkelanjutan.
Durian Musangking dikenal sebagai varietas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi. Cita rasa khas, tekstur lembut, serta harga jual yang relatif mahal menjadikannya komoditas premium di pasar nasional maupun internasional. Kehadirannya di kebun asimilasi dinilai strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membuka peluang ekonomi.
Selain tanaman jangka panjang seperti durian, program ini juga mencakup budidaya tanaman jangka pendek yang dapat dipanen dalam waktu cepat. Kombinasi tersebut diharapkan menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan hasil dan perputaran ekonomi yang lebih dinamis.
Kebun Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas I Makassar juga difungsikan sebagai sarana pembinaan. Warga binaan dilibatkan dalam seluruh proses, mulai dari penanaman hingga pengelolaan hasil. Langkah ini bertujuan membekali mereka dengan keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pihak Yayasan Butta Porea Indonesia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung pembangunan berbasis keberlanjutan,” demikian pernyataan pihak yayasan, Kamis (2/4/2025).
Sementara itu, Kepala Bidang Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Kelas I Makassar, Hendrik S.S., M.H., menyambut baik inisiatif tersebut.
“Program ini dinilai mampu memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan,” ujarnya.
Penanaman durian Musangking juga memiliki makna simbolis. Tanaman ini membutuhkan waktu dan perawatan sebelum berbuah, sejalan dengan proses pembinaan warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Ke depan, Kebun Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas I Makassar diharapkan menjadi model pengembangan pertanian terpadu di lingkungan pemasyarakatan. Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Kehadiran durian Musangking menjadi langkah awal menuju kemandirian, dengan harapan yang ditanam dan dirawat untuk dipanen di masa depan.













