Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Tumpukan sampah yang berserakan di area dekat Kampus Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman), Kabupaten Polewali Mandar, menjadi potret buram lemahnya pengelolaan lingkungan di ruang publik. Sampah yang dibiarkan menumpuk tersebut tidak hanya didominasi limbah rumah tangga, tetapi juga terlihat jelas pampers bekas yang berserakan hingga ke badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi ini menunjukkan minimnya penanganan serius dari pemerintah daerah. Sampah menumpuk di beberapa titik, mengeluarkan bau menyengat, serta mengganggu kenyamanan dan estetika kawasan yang berada di jalur utama dan berdekatan langsung dengan pusat aktivitas pendidikan.
Keberadaan tumpukan sampah tersebut berdampak langsung terhadap tata ruang kota dan upaya penghijauan. Area yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau justru berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan serta kegagalan pengendalian lingkungan di kawasan perkotaan Polewali Mandar.
Ironisnya, persoalan tersebut terkesan dibiarkan tanpa tindakan tegas dari pemerintah daerah. Minimnya penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan, lemahnya pengawasan lapangan, serta belum terlihatnya solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan menunjukkan rendahnya keseriusan pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kelayakan ruang publik.

Dari sisi kesehatan, keberadaan sampah pampers yang terbuka berpotensi menimbulkan risiko serius. Limbah tersebut dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, virus, dan lalat yang berisiko memicu penyakit kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan bagi masyarakat sekitar, termasuk civitas akademika kampus.
Kondisi ini semestinya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pembiaran yang terus berlanjut berpotensi memperparah persoalan lingkungan dan menciptakan titik-titik pembuangan sampah baru di sepanjang jalur publik seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
Selain berdampak pada lingkungan dan kesehatan, persoalan sampah ini juga mencoreng citra kawasan pendidikan. Lingkungan kampus yang seharusnya bersih, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar justru dihadapkan pada kondisi kumuh dan tidak sehat. Hal ini berpotensi menurunkan kenyamanan civitas akademika sekaligus menciptakan kesan negatif bagi pendatang dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Pembenahan pengelolaan sampah secara menyeluruh, disertai penegakan aturan yang tegas, menjadi langkah mendesak yang tidak lagi bisa ditunda oleh pemerintah daerah. Tanpa komitmen nyata dan tindakan cepat, persoalan sampah di Kabupaten Polewali Mandar dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin sulit dikendalikan.















