InternasionalNews

IRAN TARIK GARIS MERAH: Rezaei Ancam Ratakan Pangkalan AS, Tolak Skenario “Pukul Lalu Damai” Trump

×

IRAN TARIK GARIS MERAH: Rezaei Ancam Ratakan Pangkalan AS, Tolak Skenario “Pukul Lalu Damai” Trump

Sebarkan artikel ini

Internasional, Potretnusantara.co.id – Di tengah deru mesin perang yang kembali memanas di Teluk Persia, sebuah peringatan dingin dilontarkan dari jantung Teheran. Mohsen Rezaei, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang kini duduk di Dewan Kebijaksanaan Iran, mengirimkan pesan tanpa tedeng aling-aling kepada Gedung Putih: Era “serangan terbatas” telah berakhir.

Adv

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pertengahan Januari ini, Rezaei merespons ancaman militer terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan ultimatum yang mengguncang diplomasi kawasan. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan terjebak dalam skenario klasik Washington_menyerang lebih dulu, lalu menyerukan gencatan senjata untuk meredam balasan.

“Mundurlah,” ujar Rezaei dengan nada memperingatkan, “Jika tidak, seluruh pangkalan Amerika akan rata dan tidak aman.”

Runtuhnya Opsi Gencatan SenjataPernyataan Rezaei menyoroti pergeseran doktrin pertahanan Iran yang semakin agresif di tahun 2026. Kalimat kuncinya, “Apakah Anda pikir jika kami membalas serangan, kami akan menerima permintaan Anda untuk gencatan senjata?” menandakan bahwa Iran siap melancarkan perang berlarut (attrition war) jika diprovokasi, alih-alih sekadar serangan balasan simbolis.

Para analis militer melihat ini sebagai respons langsung terhadap strategi “Tekanan Maksimum 2.0” yang diterapkan Trump, yang baru-baru ini memperingatkan bahwa AS “siap menekan pelatuk” jika kepentingannya terganggu.

Pangkalan AS di Ujung Tanduk

Ancaman untuk “meratakan” pangkalan AS bukanlah retorika kosong bagi Rezaei. Dengan arsenal rudal balistik presisi tinggi yang telah dikembangkan IRGC selama satu dekade terakhir, pangkalan-pangkalan strategis AS di kawasan—mulai dari Al Udeid di Qatar hingga pangkalan armada di Bahrain—kini berada dalam jangkauan tembak efektif.”

Mereka (AS) berpikir bisa memukul, lalu meminta time-out lewat jalur diplomatik,” ungkap seorang sumber dekat IRGC. “Jenderal Rezaei menegaskan bahwa kali ini, jika satu rudal AS meluncur, pintu negosiasi akan tertutup rapat sampai debu di pangkalan mereka mengendap.”

Eskalasi Tanpa Rem

Situasi di Januari 2026 ini membawa memori dunia kembali pada ketegangan awal dekade lalu, namun dengan taruhan yang jauh lebih tinggi. Dengan kapal induk AS yang dilaporkan sedang bermanuver mendekati Selat Hormuz dan retorika Teheran yang menolak kompromi, kawasan Timur Tengah kini bak duduk di atas gentong mesiu.

Bagi Trump, pesan Rezaei adalah ujian nyata: Apakah AS berani mengambil risiko konflik total demi menekan Teheran, ataukah peringatan akan “ratanya pangkalan Amerika” ini akan memaksa Washington menghitung ulang langkah catur militernya?

Satu hal yang pasti, Teheran telah menetapkan aturan main baru: Tidak ada lagi gencatan senjata bagi mereka yang memulai api.

Sumber: Lhynaa Marlinaa

Editor: S PNs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *