Barru, Potretnusantara.co.id – Komisi II DPRD Kabupaten Barru menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait rencana investasi PT Conch, perusahaan asal China, di Kabupaten Barru, Jumat (10/4/2026). Rapat tersebut diwarnai perdebatan tajam antara pihak pro dan kontra hingga berujung aksi walk out dari perwakilan mahasiswa.
RDP dipimpin Ketua Komisi II DPRD Barru Syamsurijal dan dihadiri Wakil Ketua I DPRD Barru Andi Yenni serta sejumlah anggota DPRD, di antaranya Herman Jaya, Syahrul Ramdani, Andi Wawo, dan Armasyah. Turut hadir perwakilan tokoh masyarakat, LSM, dan organisasi mahasiswa Gappembar.
Perdebatan mencuat seiring penolakan terhadap kehadiran PT Conch yang dinilai memicu polemik di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mempertanyakan legalitas dan dampak investasi perusahaan tersebut di daerah.
Ketua Gappembar, Afis SH, menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah.
“Kami tidak menolak investasi. Namun, kami ingin menegaskan bahwa tidak ada investasi yang bisa tumbuh di Barru jika berdiri di atas tanah yang ilegal,” ujar Afis dalam forum RDP.
Ia juga menyampaikan salah satu tuntutan utama mahasiswa kepada pemerintah daerah.
“Salah satu poin tuntutan kami adalah pemerintah daerah harus mengeluarkan Surat Peringatan Satu (SP1) kepada PT Conch,” tegasnya.
Rapat yang semula berlangsung kondusif berubah menjadi ricuh setelah tidak tercapai kesepakatan. Perwakilan Gappembar kemudian memutuskan walk out dari ruang rapat.
Ketegangan berlanjut di luar forum. Perwakilan mahasiswa yang keluar dari ruang rapat mengaku dihadang dan diteriaki oleh sejumlah pihak yang mendukung kehadiran PT Conch.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan resmi terkait kelanjutan rencana investasi PT Conch di Kabupaten Barru. DPRD menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi seluruh pihak sebelum mengambil keputusan.












