Advertorial

Antrean BBM Mengular, Bupati Polman Lobi BPH Migas di Jakarta

×

Antrean BBM Mengular, Bupati Polman Lobi BPH Migas di Jakarta

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bergerak cepat merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di wilayahnya.

Bupati Polewali mandar, Samsul Mahmud, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Nursaid dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), melakukan audiensi strategis ke Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta. Kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Polman tersebut diterima langsung oleh perwakilan BPH Migas, Irawan, Kamis (9/4/2026).

Sekda Polman, Nursaid, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mencari solusi permanen atas krisis energi yang terjadi di Kabupaten Polewali Mandar.

Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Polman menyampaikan dua poin krusial kepada BPH Migas.

Pertama, penambahan kuota BBM. Pemerintah daerah meminta BPH Migas untuk menambah pasokan kuota BBM bagi wilayah Kabupaten Polewali Mandar guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Kedua, pembangunan SPBU satu harga. Pemerintah daerah mengusulkan penambahan titik SPBU satu harga sebagai langkah jangka panjang untuk mengurai antrean panjang serta memastikan distribusi BBM lebih merata dan mampu menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

“Tujuan utama kami adalah memastikan ketersediaan BBM aman. Kami meminta penambahan kuota sekaligus pembangunan SPBU reguler baru agar tidak ada lagi pemandangan antrean panjang yang mengganggu produktivitas warga,” ujar Nursaid.

Salah satu poin penting dalam rencana tersebut adalah pemilihan lokasi pembangunan SPBU baru. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar merencanakan pembangunan unit SPBU satu harga di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap BBM.

Langkah ini diambil untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit mengakses BBM secara langsung, seperti di Kecamatan Luyo dan Kecamatan Tutar. Dengan adanya SPBU satu harga di wilayah tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi menempuh jarak yang jauh hanya untuk memperoleh bahan bakar.

Selain itu, pembangunan SPBU satu harga juga bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan BBM dengan harga yang sama, tanpa adanya disparitas harga akibat keterbatasan distribusi.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar tidak berhenti pada audiensi tersebut. Nursaid mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, Bupati Polman Samsul Mahmud dijadwalkan akan melakukan pertemuan lanjutan secara virtual melalui Zoom bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi serta pihak PT Pertamina (Persero) yang menangani teknis distribusi BBM.

“Pertemuan lanjutan via Zoom nanti akan fokus pada tindak lanjut teknis pembangunan SPBU tersebut. Kami ingin proses ini berjalan cepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat Polman,” tutup Nursaid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *