Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Sebanyak sembilan ekor sapi calon Bantuan Masyarakat (Banmas) sekaligus kandidat sapi kurban Presiden tahun 2026 mengikuti proses penimbangan pada Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam tahapan seleksi untuk menentukan hewan kurban terbaik yang akan mewakili Kabupaten Polewali Mandar di tingkat Provinsi Sulawesi Barat hingga Kabupaten Mamasa.
Proses penimbangan dilakukan di sejumlah kecamatan di Polewali Mandar, antara lain Wonomulyo, Luyo, Limboro, dan Tinambung. Tahapan ini bertujuan memastikan bobot dan kondisi fisik sapi memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah, meliputi aspek kesehatan, kelayakan, serta standar kualitas hewan kurban.
Dari total 19 ekor sapi yang didaftarkan, sebanyak 14 ekor telah menjalani penimbangan di Kecamatan Wonomulyo dan Tapango. Sementara itu, lima ekor lainnya dijadwalkan ditimbang di sejumlah kecamatan, yakni Wonomulyo, Mapilli, Luyo, Tinambung, dan Limboro.
Dari keseluruhan peserta, hanya tiga ekor sapi terbaik yang akan dipilih untuk mengisi kuota sapi kurban Presiden 2026 di masing-masing wilayah. Proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan dengan melibatkan tim teknis yang berkompeten di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Muh. Jumadil, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin dari Istana Kepresidenan sebagai bentuk apresiasi kepada peternak yang mampu mengelola ternaknya secara profesional.
“Ke depan diharapkan semakin banyak peternak yang menerapkan pola beternak modern dengan mengaplikasikan teknologi peternakan, sehingga tidak lagi mengandalkan cara konvensional tradisional yang produktivitasnya relatif rendah,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Provinsi Sulawesi Barat mendapatkan jatah sebanyak tujuh ekor sapi kurban dari Presiden, yang terdiri atas enam kabupaten dan satu kuota untuk tingkat provinsi. Namun, hingga saat ini Kabupaten Mamasa dilaporkan belum memiliki calon sapi yang memenuhi kriteria, sehingga membuka peluang bagi Polewali Mandar untuk mengisi kuota tersebut.
Setiap daerah memiliki syarat minimal bobot sapi sebesar 800 kilogram. Dengan pengalaman yang telah memasuki tahun ke-10, Polewali Mandar optimistis kembali mampu menghasilkan sapi dengan bobot terbaik di Sulawesi Barat.
Pemerintah daerah berharap Polewali Mandar tidak hanya mampu memenuhi kuota kabupaten, tetapi juga kembali terpilih sebagai penyumbang sapi terbesar di tingkat provinsi, bahkan berpeluang mengisi kuota tambahan apabila daerah lain tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Melalui tahapan seleksi ini, diharapkan sapi yang terpilih benar-benar memenuhi standar sebagai hewan kurban bantuan Presiden serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat penerima.












