Advertorial

Sembilan PKL Wonomulyo Didesak Minggat Tanpa Kepastian Relokasi

×

Sembilan PKL Wonomulyo Didesak Minggat Tanpa Kepastian Relokasi

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Sembilan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo menjadi imbas terhadap kebijakan pemerintah pusat. Atas instruksi Presiden Prabowo mengenai percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih Desa, Sembilan PKL terancam tidak memiliki tempat untuk melanjutkan berdagang.

Peristiwa ini bukan sebagai fenomena biasa melainkan sebagai dampak nyata terhadap kebijakan pemerintah yang mengabaikan nasib rakyat yang terancam kehilangan mata pencaharian. 

Relokasi yang telah dijanjikan sejak dua bulan lalu, hingga detik ini belum memiliki kepastian. Pemerintah kelurahan yang telah menjanjikan Relokasi tersebut justru menyangkal pernyataan tersebut. Akibatnya, Sembilan Pedagang Kaki Lima, masih terombang-ambing tanpa ada kepastian mengenai Relokasi yang telah dijanjikan sebelumnya.

Setelah berhasil mendapatkan tempat baru untuk bertahan hidup, sembilan pedagang kaki lima justru kembali didesak oleh pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk angkat kaki dari lapak mereka.

Salah seorang warga menyayangkan sikap pemerintah setempat yang dinilai tidak memikirkan nasib mereka. Menurutnya, para pedagang telah berupaya mandiri mencari lokasi baru untuk berdagang, namun alih-alih mendapat izin, mereka kembali diminta pindah tanpa kejelasan arah.

“Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah setempat yang memaksa kami secara sepihak untuk memindahkan lapak tanpa ada Relokasi yang awalnya telah dijanjikan. Bahkan berulang, kami di desak secepat mungkin untuk minggat dari lapak kami.” Ujar Syamsul, Senin (6/4/2026).

Ia menegaskan bersedia memindahkan lapaknya, namun dengan syarat relokasi yang sebelumnya dijanjikan benar-benar disediakan. Baginya, Relokasi yang diberikan mesti strategis dan tidak berada pada tempat yang sepi pengunjung.

Dalam mediasi antara PKL dan Pemerintah Kelurahan dan Pemerintah Kecamatan Wonomulyo, Lurah Sidodadi Abdul Azis Bande menyatakan pihaknya akan berupaya mencari solusi agar para pedagang tetap bisa berjualan.

“Kami pemerintah akan tetap mencari solusi agar Sembilan Pedagang Kaki Lima (PKL) bisa tetap berjualan.” Pungkas, Abdul Azis Bande.

Lebih lanjut Abdul Azis Bande, ia mengatakan belum dapat memberikan kepastian mengenai Relokasi sebab ia mesti mendiskusikan terkait masalah ini dengan Pimpinan mereka.

“Untuk saat ini saya belum bisa memutuskan terkait masalah ini saya akan diskusikan terlebih dahulu dengan pimpinan.”  Tambahnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Sembilan Pedagang Kaki Lima (PKL) memilih bertahan di lokasi yang mereka tempati saat ini hingga ada Relokasi yang telah dijanjikan sebelumnya. Mereka juga menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai bentuk sikap tegas:

1. Mendesak pemerintah segera merealisasikan relokasi yang telah dijanjikan

2. Menuntut lokasi relokasi yang strategis dan layak secara ekonomi

3. Meminta izin resmi atas tempat usaha yang saat ini ditempati

4. Mengutuk keras segala bentuk intervensi dan intimidasi dari pihak kelurahan maupun aparat keamanan terhadap PKL Wonomulyo

Penulis: Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *