Maros, Potretnusantara.co.id – Seorang alumnus Fakultas Perikanan Universitas Muslim Indonesia, Ustadz Muhammad Irfan, S.Pi., terus mengobarkan semangat pengabdian kepada masyarakat dengan mendirikan pesantren dan sekolah gratis di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Lembaga pendidikan tersebut berlokasi di Dusun Mangempang, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, di bawah naungan Yayasan Jaziratul Qur’an Indonesia. Ustadz Irfan yang juga menjabat sebagai ketua yayasan berupaya menghadirkan akses pendidikan layak, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu (dhuafa).
Pesantren yang diberi nama Ponpes Tahfidzul Qur’an Jaziratul Qur’an itu mengusung konsep pendidikan berbasis Alqur’an, pembinaan akhlak, serta penguatan karakter.
“Dengan mengusung konsep pendidikan berbasis Alqur’an, pembinaan akhlak, serta penguatan karakter, pesantren dan sekolah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual,” ujarnya kepada awak media, Senin (30/3/2026).
Pria kelahiran Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar, 28 tahun lalu itu menuturkan, pengalaman selama menempuh pendidikan di UMI memberikan pengaruh besar dalam membentuk pola pikir dan semangat pengabdiannya.
Menurutnya, UMI tidak hanya membekali mahasiswa dengan keilmuan sesuai bidang studi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius melalui berbagai program, salah satunya pesantren mahasiswa atau yang dikenal sebagai Pencerahan Qalbu.
“Dari sinilah lahir kesadaran bahwa ilmu yang dimiliki harus memberi manfaat luas bagi masyarakat. Bekal keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang kami dapatkan selama di kampus menjadi dasar kuat untuk terus berkontribusi. Kami diajarkan bahwa keberhasilan sejati adalah ketika kita bisa memberi manfaat untuk orang lain,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kesinambungan nilai tersebut, salah satu sekolah yang didirikan bahkan mengadopsi sebagian visi UMI sebagai bagian dari visi lembaga. Hal itu, kata dia, menjadi simbol bahwa semangat kampus tidak berhenti di bangku kuliah, tetapi terus hidup dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan dan pengembangan lembaga pendidikan tersebut tidak terlepas dari dukungan para donatur, yang sebagian besar merupakan dosen UMI.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, khususnya para dosen UMI, atas segala dukungan yang telah diberikan. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan,” tambahnya.
Ke depan, Ustadz Irfan berharap semakin banyak pihak tergerak untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan pesantren serta sekolah gratis tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Selain fokus pada pendidikan, ia juga memiliki visi mengembangkan kemandirian lembaga melalui integrasi ilmu di bidang budidaya perikanan. Ia berharap terbangun kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor produktif agar lembaga yang dirintis tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi.



















