DaerahKarier

Abdullah Sappe Ampin Maja Dan Jejak Konsistensi Menjaga Demokrasi Luwu

×

Abdullah Sappe Ampin Maja Dan Jejak Konsistensi Menjaga Demokrasi Luwu

Sebarkan artikel ini

Luwu, Potretnusantara.co.id – Di tengah dinamika penyelenggaraan pemilu di daerah, nama Abdullah Sappe Ampin Maja menonjol sebagai figur yang tumbuh dari proses panjang dan bertahap. Lahir di Desa Salutubu, Kecamatan Walenrang Utara, pada 1 Januari 1986, ia membangun karier dari level bawah hingga kini memimpin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu periode 2023–2028.

Perjalanannya di dunia Kepemiluan dimulai sebagai Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Walenrang Utara pada 2018. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian dipercaya menjadi Komisioner KPU Luwu untuk periode 2018–2023, sebelum kembali terpilih pada periode berikutnya 2023-2028 dan mengemban tanggung jawab sebagai Ketua.

Adv

Pengalaman lintas tahapan menjadikannya terbiasa menghadapi kompleksitas Pemilu, mulai dari Penyusunan Perencanaan, Pemutakhiran Data Pemilih, Distribusi Logistik, hingga proses Penetapan Hasil. Perannya di Divisi Teknis Penyelenggaraan (2018-2023) turut memperkuat kapasitasnya dalam memastikan setiap tahapan berjalan sesuai regulasi dan standar operasional.

Dalam memimpin KPU Luwu, Abdullah Sappe menempatkan prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber-Jurdil) sebagai pijakan utama. Ia juga mendorong penguatan transparansi lembaga dan membuka ruang partisipasi publik melalui sosialisasi serta pendidikan pemilih yang berkelanjutan.

Sejumlah capaian strategis turut mewarnai masa kepemimpinannya. Di antaranya; Peningkatan akurasi Daftar Pemilih, Pengelolaan Logistik yang lebih tertata, serta Penguatan Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas Tahapan Pemilu.

Perubahan paling signifikan terlihat pada kondisi keamanan Penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Luwu. Jika sebelumnya kerap dikategorikan sebagai wilayah rawan atau “Zona Merah”, dalam beberapa tahun terakhir situasi tersebut berangsur kondusif hingga masuk pada wilayah “Zona Hijau”. Stabilitas ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap kinerja Penyelenggara.

Konsistensi dan pendekatan yang terukur menjadikan Abdullah Sappe sebagai salah satu figur penting dalam menjaga kualitas Demokrasi Lokal. Di bawah kepemimpinannya, KPU Luwu terus diarahkan menjadi Lembaga yang Profesional, Kredibel, dan mampu menjawab tantangan Demokrasi di tingkat Daerah.

Penulis: S PNs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *