Jepang, Potretnusantara.co.id – Seorang pemuda asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dipercaya menjadi imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Nagano, Jepang, Sabtu (21/3/2026).
Pemuda bernama Bardi Arifin (25), yang sehari-hari bekerja di sektor peternakan sapi Wagyu, memimpin Shalat Id di Masjid Indonesia Ueda. Ibadah tersebut diikuti sekitar 800 jamaah dari berbagai negara, seperti Indonesia, Jepang, Pakistan, dan India.
Pelaksanaan Shalat Id berlangsung khusyuk dan penuh kehangatan. Mayoritas jamaah merupakan perantau Muslim yang merayakan hari raya jauh dari keluarga di tanah air. Sejumlah jamaah tampak tersentuh saat khutbah disampaikan.

Dalam khutbahnya, Bardi mengangkat tema “Merayakan Id di Negeri Perantauan” yang dekat dengan kehidupan para jamaah. Ia menyoroti tantangan menjaga keimanan di lingkungan mayoritas non-Muslim, serta kerinduan terhadap keluarga di kampung halaman.
“Kami mungkin jauh dari keluarga, tapi jangan sampai kami juga jauh dari Allah,” ujar Bardi dalam khutbahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan spiritual di tengah kesibukan dan keterbatasan selama merantau.
“Mungkin kita hanya membaca pesan dari orang tua beberapa detik, tapi kita tidak pernah tahu berapa banyak doa yang mereka panjatkan untuk kita,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan di perantauan tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari kemampuan menjaga iman dan akhlak.
“Hadiah terbaik dari perantauan bukan hanya materi, tapi iman dan akhlak yang tetap terjaga,” ujarnya.
Bardi diketahui tinggal di wilayah pegunungan Nagano dengan kondisi suhu dingin. Ia menjalani Ramadan jauh dari keluarga dan bekerja di lingkungan mayoritas non-Muslim. Untuk melaksanakan ibadah di masjid, ia dan jamaah lainnya harus menempuh perjalanan hingga sekitar tiga jam.
Peristiwa ini menjadi pengalaman berharga sekaligus mencerminkan kontribusi pemuda Indonesia di luar negeri dalam menjaga nilai-nilai keislaman. Di tengah keterbatasan, para perantau tetap berupaya mempertahankan iman, ibadah, serta nilai kekeluargaan meski jauh dari tanah air.



















