Luwu, Potretnusantara.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Luwu menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait Pemutakhiran dan Pengelolaan Data Pemilih Berkelanjutan (PPDB), sebagai upaya memperkuat tata kelola pemilu yang akuntabel dan transparan, Selasa (17/3/2026).
Rakor tersebut menjadi forum strategis untuk menyinkronkan data kependudukan yang terus bergerak, mulai dari pemilih baru, pemilih meninggal dunia, hingga perubahan domisili. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi potensi persoalan administratif yang berpotensi memengaruhi kualitas daftar pemilih.
Ketua Bawaslu Luwu, Irpan, menegaskan bahwa sinergi antara lembaga penyelenggara pemilu harus terus diperkuat guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prinsip transparansi dan keadilan. Ia berharap, pasca rakor ini, fungsi pengawasan dapat semakin optimal dalam mengawal proses pemutakhiran data.
“Harapan kami, ke depan proses pemutakhiran data pemilih semakin akurat dan transparan, sehingga potensi kesalahan data bisa ditekan dan hak pilih masyarakat benar-benar terjaga,” ujar Irpan.
Sementara itu, Ketua KPU Luwu, Abdullah Sappe Ampin Maja, menekankan bahwa kualitas data pemilih merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemilu yang demokratis dan berintegritas. Ia berharap hasil rakor ini mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data secara berkelanjutan.
“Kami juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan setiap perubahan data kependudukan, agar daftar pemilih yang dihasilkan benar-benar valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Rakor ini menjadi bagian dari komitmen bersama KPU dan Bawaslu Luwu dalam menjaga integritas data pemilih, sekaligus memastikan seluruh warga negara yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya secara optimal pada pemilu mendatang.
Penulis: S PNs
















