Takalar, Potretnusantara.co.id – Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (PB Hipermata) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Takalar atas capaian peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor pendidikan. Kabupaten Takalar berhasil melonjak dari peringkat 23 menjadi peringkat pertama di Provinsi Sulawesi Selatan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, daerah tersebut meraih peringkat pertama capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan se-Provinsi Sulawesi Selatan dengan predikat Tuntas Madya.
Ketua Umum PB Hipermata, Akbar, menilai capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan itu juga menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan berbagai pihak yang berkontribusi dalam pembangunan sektor pendidikan di daerah.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kebijakan di Kabupaten Takalar untuk terus berinovasi. Fokus utama ke depan adalah memastikan mutu pendidikan yang berkualitas dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Akbar, Ahad (15/3/2026).
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada aspek peringkat semata. Menurutnya, peningkatan SPM harus diikuti dengan penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, serta pengembangan kapasitas tenaga pendidik di seluruh wilayah Kabupaten Takalar.
Dengan langkah tersebut, peningkatan Standar Pelayanan Minimal diharapkan benar-benar memberikan dampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda di Kabupaten Takalar.
Selain itu, Akbar menegaskan komitmen PB Hipermata untuk tetap menjadi mitra kritis pemerintah daerah dalam mengawal berbagai kebijakan pembangunan.
“Kami memposisikan diri, artinya apresiasi harus diberikan ketika pemerintah bekerja dengan baik, namun fungsi kontrol tetap harus berjalan. Dengan demikian, pembangunan di Kabupaten Takalar dapat berlangsung secara sehat, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tutupnya.












