Advertorial

Lansia di Polewali Mandar Hidup Sendiri di Rumah Tak Layak Huni, Harapkan Perhatian Pemerintah

×

Lansia di Polewali Mandar Hidup Sendiri di Rumah Tak Layak Huni, Harapkan Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
oplus_2

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Kondisi memprihatinkan dialami seorang lanjut usia bernama Kindo Cami’ yang kini harus menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni. Ia tinggal di Dusun Berampa, Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (15/3/2026).

Rumah yang ditempati Kindo Cami’ tampak rapuh dengan dinding yang mulai lapuk, atap yang bocor, serta lantai yang tidak memadai untuk menunjang kehidupan yang aman dan sehat. Kondisi tersebut membuat rumah itu tidak lagi mampu memberikan perlindungan yang layak, terutama saat hujan deras dan angin kencang datang.

Di usia senjanya, Kindo Cami’ hidup tanpa pendamping keluarga. Ia mengaku tinggal seorang diri sejak anak satu-satunya meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Saat ditemui di kediamannya di Dusun Berampa, Kindo Cami’ menuturkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia hanya mengandalkan pekerjaan sederhana membuat sapu lidi. Dengan keterbatasan fisik di usia lanjut serta kondisi ekonomi yang serba sulit, aktivitas itu menjadi satu-satunya sumber penghidupannya.

Ia juga mengaku dalam beberapa tahun terakhir belum lagi menerima bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah.

“Sebelumnya pernah ada bantuan dari pemerintah desa, tapi setelah itu hingga sekarang tidak ada lagi bantuan masuk,” ujarnya.

Selain persoalan ekonomi, kondisi rumah yang ditempati Kindo juga cukup memprihatinkan. Dinding rumah terlihat rapuh, sementara lantai yang terbuat dari kayu di beberapa bagian sudah patah dan tidak lagi kokoh.

Keterbatasan fasilitas dasar juga menjadi persoalan lain yang harus ia hadapi setiap hari. Kindo mengaku tidak memiliki kamar mandi di rumahnya sehingga harus menumpang menggunakan kamar mandi milik tetangganya.

“Selama ini saya menumpang di kamar mandi tetangga karena saya tidak memiliki kamar mandi. Untungnya tetangga saya tidak keberatan untuk saya tumpangi mandi ataupun buang air besar,” tuturnya.

Di tengah kondisi kesehatan yang semakin menurun dan keterbatasan ekonomi yang ia alami, Kindo berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli terhadap kondisi masyarakat rentan.

Situasi yang dialami Kindo Cami’ di Dusun Berampa, Desa Katumbangan, ini diharapkan dapat menjadi perhatian berbagai pihak, baik pemerintah daerah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas agar dapat memberikan bantuan kemanusiaan. Harapannya, ia dapat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak serta dukungan untuk menjalani masa tuanya dengan lebih aman dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *