Pendidikan

Bakti kepada Ibu Mengangkat Derajat Uwais Al-Qarni

×

Bakti kepada Ibu Mengangkat Derajat Uwais Al-Qarni

Sebarkan artikel ini

Kisah Inspiratif, Potretnusantara.co.id – Kisah Uwais al-Qarni (Wais Al-Qarni) adalah salah satu kisah terkenal dalam tradisi Islam tentang bakti kepada ibu dan kerendahan hati. Ia hidup pada masa Nabi tetapi tidak pernah bertemu langsung dengan beliau, sehingga termasuk golongan tābi‘īn (generasi setelah sahabat).


1. Asal dan Kehidupan Awal

Uwais al-Qarni berasal dari daerah Qaran di Yaman. Ia dikenal sebagai seorang yang sangat saleh, hidup sederhana, dan bekerja sebagai penggembala.

Ia tinggal bersama ibunya yang sudah tua dan sakit. Karena baktinya yang luar biasa kepada ibunya, ia selalu mengutamakan merawat ibunya daripada urusan lain.

Pada masa itu, ia sangat ingin bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Namun karena harus menjaga ibunya yang tidak mampu ditinggalkan lama, ia tidak dapat melakukan perjalanan jauh ke Madinah.


2. Keinginan Bertemu Nabi

Suatu hari ibunya memberi izin kepada Uwais untuk pergi menemui Nabi dengan syarat:

  • Ia tidak boleh meninggalkan ibunya terlalu lama.
  • Jika Nabi tidak ada di rumah, ia harus segera kembali.

Uwais pun pergi ke Madinah dengan penuh kerinduan. Namun ketika sampai di sana, Nabi sedang tidak berada di rumah. Karena memegang janji kepada ibunya, ia tidak menunggu lama dan kembali ke Yaman tanpa bertemu Nabi.


3. Nabi Menyebut Namanya

Meskipun tidak pernah bertemu, Nabi Muhammad SAW justru memuji Uwais di hadapan para sahabat.

Beliau bersabda bahwa kelak akan datang seorang lelaki dari Yaman bernama Uwais al-Qarni yang sangat berbakti kepada ibunya dan memiliki doa yang mustajab.

Nabi bahkan berpesan kepada para sahabat:

Jika kalian bertemu dengannya, mintalah ia memohonkan ampun untuk kalian.


4. Pertemuan dengan Umar

Beberapa tahun setelah wafatnya Nabi, ketika masa kepemimpinan Umar ibn al-Khattab, rombongan dari Yaman datang ke Madinah.

Umar bertanya kepada mereka:

“Apakah di antara kalian ada yang bernama Uwais al-Qarni?”

Akhirnya ia ditemukan sebagai seorang yang sederhana dan tidak dikenal orang. Umar bersama Ali ibn Abi Talib kemudian meminta Uwais untuk mendoakan mereka, sesuai pesan Nabi.

Uwais merasa sangat malu karena ia menganggap dirinya bukan siapa-siapa.


5. Akhir Kehidupan

Dalam beberapa riwayat sejarah, Uwais kemudian pergi ke Kufah dan hidup sebagai orang yang sangat zuhud. Sebagian riwayat menyebut ia wafat dalam salah satu peperangan pada masa awal Islam.

Ia dikenang bukan karena kedudukan atau kekayaan, tetapi karena:

  • bakti luar biasa kepada ibunya
  • keikhlasan
  • tidak mencari ketenaran

Sumber Kisah

Kisah Uwais al-Qarni diriwayatkan dalam beberapa kitab hadis dan sejarah Islam, di antaranya:

  1. Sahih Muslim, Kitab Fadha’il al-Sahabah
    • Hadis tentang Nabi menyebut Uwais al-Qarni dan memerintahkan sahabat meminta doa darinya.
  2. Muslim ibn al-Hajjaj, perawi hadis dalam Sahih Muslim.
  3. Al-Tabaqat al-Kubra karya Ibn Sa’d.
  4. Hilyat al-Awliya karya Abu Nu’aym al-Isfahani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *