InternasionalNews

SAH ! Sayyid Mujtaba Khomenei: Rahbar Iran Yang Baru

×

SAH ! Sayyid Mujtaba Khomenei: Rahbar Iran Yang Baru

Sebarkan artikel ini

Internasional, Potretnusantara.co.id – Rusia dan China saat ini sudah menjelaskan posisinya dalam perang Iran melawan AS dan Israel. Rusia mengatakan negaranya tidak netral dalam perang ini dan firm mendukung Iran. China juga mengkonfirmasi hal yang sama.

Rusia seperti diungkap oleh beberapa analis intelijen, saat ini membantu Iran dalam bidang intelijen. Menyediakan informasi akurat tentang pergerakan AS dan Israel. Memberikan informasi tentang lokasi, posisi, pergerakan tentara atau arah serangan. Sedangkan China akan membantu mensupport program Balistik Iran dari sisi spare part, bahan baku dst yang Iran butuhkan.

Saat ini, informasi menyebutkan bahwa ada Kapal Iran yang telah berangkat dari China ke Iran untuk mengangkut bahan baku balistik Iran yang dibutuhkan. Khususnya untuk beberapa komponen. China dan Rusia memiliki hubungan strategis dengan Iran, 450 miliar dolar investasi China saat ini dengan Iran, dan puluhan miliar dolar dengan Rusia.

Trump sepertinya tidak melakukan kalkulasi secara matang soal ini, Trump menganggap dirinya mampu melakukan apapun dan tidak akan ada hambatan apapun. Dan itu mungkin akan keliru di hari hari mendatang.

AS dan Israel saat ini telah melakukan 4500 kali serangan ke Iran. Tapi Iran bukannya lemah, ia justru masih kuat dan sanggup memberikan balasan setimpal. Iran membalas dengan 3500 serangan termasuk 700 serangan Balistik. AS dan Israel telah menargetkan hampir 5000 kali serangan, tapi faktanya Iran juga masih sistematis mampu membalas dengan cepat dan mematikan.

AS mengklaim telah menghancurkan Angkatan Laut Iran, Peluncur rudal, menghancurkan sarana dan prasarana militer, dan menyerang pusat komando IRGC. Tapi faktanya, Iran terus memukul Tel Aviv. Pernyataan Trump dan Gedung putih seperti terlihat omong kosong.

Determinasi Iran dalam melawan AS dan Israel dibuktikan lagi dengan memilih Sayyid Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran baru ke 3, menggantikan Ayahnya Alm. Ayatollah Ali Khamenei.

Pemilihan Ayatollah Mojtaba Khamenei adalah pesan yang jelas kepada AS dan Israel: satu Khamenei pergi, Khamenei lain akan menggantikan dan perlawanan akan terus berlanjut.

Di hari hari mendatang, kemungkinan Rusia dan China akan meningkatkan perannya membantu Iran, dengan melihat Iran yang survive dan resilient, China dan Rusia bisa masuk lebih dalam.

Dengan adanya a New Supreme Leader, sekarang semua keputusan penting dan mengikat sudah memiliki payung hukum yang kuat, termasuk kerjasama Internasional Iran dengan negara lain ditengah perang ini. Dan kalau dilihat dari sisi realitas perang di lapangan, Israel dan AS terus mengalami penurunan daya serang, ini karena efek sistem pertahanan udara dan sistem radar mereka telah dihancurkan Iran di seluruh kawasan teluk.

Memasuki pekan kedua perang ini, kita akan melihat nanti, Iran akan banyak membidik fasilitas dan aset aset ekonomi AS dan Israel. Setelah selama ini Iran banyak menyerang aset aset militer. Dari aset militer ke aset ekonomi, ini cara memukul AS dan Israel secara efektif.

Jika aset aset strategis ekonomi AS dan Israel di kawasan itu bisa dihancurkan, maka itu akan menjadi faktor penting untuk menekan gedung putih dan Trump untuk berpikir mengakhiri Perang.

AS kuat secara militer, tapi jika ekonominya yang dipukul, AS diyakini tidak akan mampu bertahan lama. Sekarang harga minyak dunia sudah naik 45% dan akan segera naik drastis jika Iran menyerang lebih banyak aset aset ekonomi AS di kawasan itu.

Rusia dan China tidak akan mau melihat AS dan Israel memenangkan perang ini seperti mereka menang di Irak. Infrastruktur Iran bisa saja hancur, tapi Iran harus keluar sebagai pemenangnya.

Prinsip Geo-Politiknya sangat sederhana, semakin Iran kuat bertahan dan kuat memberikan perlawanan, maka akan semakin besar peluang Rusia dan China masuk lebih dalam untuk mencounter serangan lawan.Trump sendiri akan sulit mencapai semua tujuan tujuan nya di Iran, apalagi jika dia menginginkan Iran yang baru dan menghapus pemerintah Islam Iran atau regime change. Ini semakin jauh panggang dari api.

Korban di pihak AS dan Israel saat ini terbilang tidak kecil, kerusakan semua Pangkalan Militer AS dan kerusakan di Israel sendiri adalah kerusakan parah dan sangat destruktif. Fakta ini menjelaskan bahwa Iran bukan lawan yang gampang.

Masuk pekan kedua dan setelah AS melakukan ribuan serangan, Iran terbukti bukan hanya mampu survive tapi Iran mampu membalas dengan kuat. Ini akan menaikkan optimisme politik domestik Iran yang saat ini sangat kuat didukung rakyat.

Perang ini jika berlangsung lebih dari 1 bulan, maka akan mulai meminta harga yang mahal dari AS dan Israel. Baik secara ekonomi, politik, geopolitik, stabilitas kawasan, dan data tahan AS dan Israel itu sendiri.

Dengan naiknya Sayyid Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, mungkin banyak warga dunia berharap, bahwa fatwa pertama yang akan dia keluarkan adalah Iran wajib membuat senjata nuklir.

Sumber: Tengku Zulkifli Usman

Editor: S PNs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *