News

HMI Komsat Ushuluddin, Filsafat Dan Politik Cabang Gowa Raya Gelar Diskusi Dan Buka Puasa Bersama, Bahas Dinamika Kaderisasi

×

HMI Komsat Ushuluddin, Filsafat Dan Politik Cabang Gowa Raya Gelar Diskusi Dan Buka Puasa Bersama, Bahas Dinamika Kaderisasi

Sebarkan artikel ini

Gowa, Potretnusantara.co.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ushuluddin, Filsafat dan Politik Cabang Gowa Raya menggelar kegiatan diskusi dengan mengusung Tema: “HMI Komisariat Ushuluddin, Filsafat dan Politik Dalam Sejarah Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Gowa Raya”, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Partdua Coffee Samata, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh para Mantan (Ex) Pengurus Komisariat Ushuluddin, Filsafat dan Politik serta Mantan Pengurus Korps HMI-Wati (Kohati) Komisariat Ushuluddin, Filsafat dan Politik.

Diskusi dipandu langsung oleh Ketua Komisariat Ushuluddin, Filsafat dan Politik, Adriansyah Putra. Forum berlangsung hangat dengan menghadirkan dua pemateri yang merupakan Alumni sekaligus Mantan Ketua Komisariat, yakni H. Jamaris A. Holik, S.Ag., M.H dan Ghalib Alaydrus, S.iP., M.Si.

Dalam pemaparannya, H. Jamaris A. Holik, yang merupakan Mantan Ketua Komisariat Ushuluddin dan Filsafat Cabang Makassar Periode 1995–1996, menekankan bahwa proses berorganisasi di HMI memiliki peran penting dalam membentuk kedewasaan kader.

“Dinamika di HMI adalah proses pembelajaran yang sangat berharga. Perbedaan pandangan, perdebatan gagasan, hingga proses pengambilan keputusan dalam organisasi justru menjadi ruang yang mendewasakan kader”, ujarnya.

Menurutnya, HMI bukan hanya tempat berhimpun, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kematangan berpikir bagi setiap kader yang aktif berproses di dalamnya.

Sementara itu, Ghalib Alaydrus, Mantan Ketua Komisariat Ushuluddin, Filsafat dan Politik Cabang Gowa Raya Periode 2012–2013, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa HMI merupakan Organisasi yang memiliki landasan Konstitusional yang kuat dan jelas.

“HMI adalah Organisasi Konstitusional yang berjalan berdasarkan aturan, nilai, dan mekanisme organisasi yang telah disepakati bersama. Karena itu, setiap kader harus memahami dan menghormati konstitusi organisasi sebagai pedoman dalam ber-HMI”, tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemahaman terhadap konstitusi organisasi menjadi kunci agar setiap dinamika yang terjadi tetap berada dalam koridor nilai-nilai perjuangan HMI.

Kegiatan diskusi yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama ini menjadi momentum silaturahmi lintas generasi kader. Para peserta yang hadir tidak hanya berdiskusi mengenai pengalaman dan dinamika berorganisasi, tetapi juga berbagi refleksi tentang perjalanan HMI dalam membentuk kader intelektual dan pemimpin masa depan.

Penulis: S PNs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *