BisnisDaerahEkonomiOpini

Kado Lebaran UMKM Soppeng: Mengalirkan Arus Miliaran Rupiah dari Tenda Rakyat

×

Kado Lebaran UMKM Soppeng: Mengalirkan Arus Miliaran Rupiah dari Tenda Rakyat

Sebarkan artikel ini

Oleh: M. Fadel AP Jumiar ( Mantan Aktivis Mahasiswa Soppeng)

Soppeng,-Potretnusantara.co.id- Bulan suci Ramadhan di Kabupaten Soppeng bukan sekadar ritual spiritual tahunan, melainkan momentum krusial bagi akselerasi ekonomi kerakyatan. Di balik keriuhan warga berburu takjil di sore hari, terdapat denyut nadi ekonomi yang berdetak kencang. Kehadiran pasar-pasar Ramadhan—seperti gelaran Pasar Ramadan SUKSES 2026 yang digagas oleh PT.Lamatesso baru saja dibuka secara resmi oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng—menjadi bukti nyata bagaimana UMKM lokal mampu menjadi motor penggerak perputaran uang yang signifikan di Bumi Latemmamala.

Adv

Jika kita membedah angka secara konservatif namun matematis, potensi ekonomi yang dihasilkan sungguh luar biasa. Mari kita gunakan model estimasi sederhana: dengan keterlibatan 87 pelaku usaha (tenant) lokal yang menjajakan produk dengan harga rata-rata Rp25.000, dan melayani setidaknya 25 pembeli per hari, maka dalam kurun waktu 25 hari saja, perputaran uang diprediksi mampu menembus angka fantastis: Rp1.359.375.000.

Angka satu miliar lebih ini bukanlah sekadar statistik di atas kertas. Ini adalah representasi dari daya beli masyarakat yang terjaga dan distribusi pendapatan yang merata. Uang yang masuk ke kantong para pedagang takkan berhenti di sana; ia akan mengalir kembali (multiplier effect) ke pasar-pasar tradisional untuk pembelian bahan baku, ke petani lokal untuk pasokan bahan pangan, hingga ke sektor jasa transportasi di wilayah Soppeng.

Keberhasilan perputaran angka ini tentu tidak jatuh dari langit. Ada peran krusial Pemerintah Kabupaten Soppeng di balik layar. Langkah Bupati Suwardi Haseng yang memprioritaskan 87 UMKM lokal untuk mengisi ruang publik merupakan bentuk keberpihakan nyata bagi “tulang punggung” ekonomi daerah. Dengan memfasilitasi tempat yang representatif dan skema promosi terpadu, pemerintah telah berhasil menciptakan “ekosistem pasar” yang aman bagi pembeli dan menguntungkan bagi penjual. Ini adalah strategi cerdas untuk memastikan bahwa modal tidak lari ke luar daerah, melainkan tetap berputar menghidupi dapur warga lokal. 

Pasar Ramadhan kini bermutasi menjadi “laboratorium” bagi UMKM Soppeng untuk naik kelas. Di sini, mentalitas kewirausahaan diuji dan kemandirian ekonomi daerah diperkuat. Namun, tantangan ke depan adalah menjaga agar momentum ini tidak menguap begitu saja setelah Idul Fitri usai. Perputaran Rp1,35 miliar ini harus menjadi modal dasar bagi pelaku UMKM untuk melakukan ekspansi bisnis di bulan-bulan berikutnya.

Jika sinergi antara kerja keras pedagang dan kebijakan pro-rakyat dari Pemkab Soppeng terus konsisten, maka visi Soppeng  Setara bukan lagi sekadar harapan, melainkan keniscayaan yang sedang kita jemput bersama di bawah tenda-tenda rakyat di pasar Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *