Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Tumpukan sampah kembali menggunung di depan SMA/SMK YPP Wonomulyo, Jalan Perairan, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk lingkungan sekolah.
Padahal, beberapa waktu lalu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Polewali Mandar telah mengerahkan personel untuk membersihkan tumpukan sampah di lokasi tersebut. Namun, dalam waktu yang relatif singkat, sampah kembali menumpuk dan tidak terkendali.
Tumpukan sampah yang didominasi sampah rumah tangga itu dinilai berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan apabila dibiarkan terlalu lama. Warga pun menyayangkan belum adanya penanganan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Rizal, salah seorang warga setempat, mengeluhkan kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah harus segera bertindak karena bau sampah sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Tumpukan sampah ini sangat menggangu apalagi baunya yang sangat menyengat. Jika tidak di tangani dengan cepat ini akan merusak kesehatan apalagi berdekatan dengan lingkungan sekolah,” ujar Rizal, Senin (9/2/2026).
Ia juga menegaskan bahwa penanganan sampah tidak cukup dilakukan secara insidental. Menurutnya, meski sebelumnya Satpol PP Polman menyatakan akan melakukan pengawasan di sejumlah titik rawan pembuangan sampah, kenyataannya tumpukan sampah kembali muncul.
Rizal berharap pemerintah daerah tidak hanya bergerak di awal, tetapi juga melakukan pengawasan secara rutin dan berkelanjutan terhadap lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar.

Selain di depan SMA/SMK YPP Wonomulyo, tumpukan sampah juga ditemukan di beberapa titik lain sepanjang Jalan Perairan. Sampah tersebut diduga berasal dari kawasan perumahan di sekitar lokasi.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan untuk menangani persoalan sampah, guna mencegah dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Penulis: ifn















