Wakatobi, Potretnusantara.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 115 Tematik Maritim Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali melakukan inovasi digital di lokasi pengabdian mereka. Kali ini, mahasiswa berhasil meluncurkan sebuah landing page khusus yang merangkum kekayaan budaya Suku Bajo di Desa Mola Nelayan Bhakti, Kabupaten Wakatobi, Kamis (5/2/2026).
Program ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi promosi desa sekaligus pelestarian warisan budaya maritim yang menjadi identitas kuat masyarakat setempat.
Kegiatan ini merupakan realisasi dari program kerja unggulan yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan tradisi, kearifan lokal, serta potensi pariwisata budaya Desa Mola Nelayan Bhakti ke ranah global. Melalui platform digital ini, informasi mengenai adat istiadat, sejarah pemukiman di atas laut, hingga filosofi hidup masyarakat Bajo dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas.
“Kami melihat potensi budaya Bajo di sini sangat luar biasa namun belum terdokumentasi secara digital dengan rapi. Landing page ini hadir sebagai etalase digital yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan serta peneliti untuk lebih mengenal keunikan Desa Mola Nelayan Bhakti,” ujar mahasiswa penanggung jawab program tersebut.
Taufan, selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN Unhas sekaligus pembuat landing page tersebut, menyampaikan bahwa pembuatan landing page ini disambut hangat oleh pemerintah desa dan tokoh pemuda. Kehadiran platform ini dinilai sangat tepat momentumnya di tengah upaya Kabupaten Wakatobi yang terus mendorong sektor pariwisata berbasis komunitas.
“Dengan adanya platform ini, Desa Mola Nelayan Bhakti tidak hanya dikenal melalui cerita dari mulut ke mulut, tetapi memiliki identitas digital yang profesional. Ini adalah langkah awal untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui sektor pariwisata budaya,” tegas Taufan.
Melalui kontribusi mahasiswa KKN 115 Tematik Maritim Unhas ini, diharapkan Desa Mola Nelayan Bhakti dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang unggul, sekaligus menginspirasi generasi muda setempat untuk terus menjaga dan bangga akan warisan leluhur mereka di era digital.















