Oleh: Murniati Daeng Matarring, S. Ag
- Mantan Ketua Muslimat Persaudaraan Muslim Se Dunia
- Wadirnas LPKS DPP BKPRMI
Kajian Islam, Potretnusantara.co.id – Nurul Muhammad dalam Konsep Murniati Daeng Matarring dan tradisi tasawuf, diyakini sebagai cahaya ilahi yang diciptakan Allah sebelum segala sesuatu ada. Konsep ini merujuk pada cahaya yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad, yang dianggap sebagai manifestasi cahaya tersebut.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ
“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tempatkan (di dalamnya) sebuah pelita besar yang diletakkan di dalam kaca (dan) kaca itu seolah-olah bintang (yang) berkilau.” (QS. Al-Nur: 35)
Hadits Nabi Muhammad SAW:
أَنَا نُورٌ مِنْ نُورِ اللَّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ مِنْ نُورِي
“Aku adalah cahaya dari Allah, dan orang-orang mukmin adalah dari cahayaku.” (HR. Al-Hakim)
Rabi’ah al-‘Adawiyyah mengatakan:
نُورُ مُحَمَّدٍ هُوَ النُّورُ الَّذِي يُضِيءُ قُلُوبَ الْعِبَادِ حَتَّى يَعْرِفُوا اللَّهَ
“Nurul Muhammad adalah cahaya yang menerangi hati manusia, sehingga mereka dapat mengenal Allah.”
Dalam konsep ini, Nur Muhammad diyakini sebagai:
- Awal Kejadian: Makhluk pertama yang diciptakan Allah sebelum segala sesuatu ada.
- Sumber Cahaya: Cahaya yang menerangi alam semesta dan memberikan petunjuk bagi manusia.
- Inti Kesatuan Alam: Pusat kesatuan alam semesta dan kesatuan nubuat para nabi.
Nurul Muhammad juga dihubungkan dengan beberapa istilah, seperti:
- Haqiqah Muhammadiyah: Realitas Muhammad yang merupakan awal dari segala penciptaan.
- Sayyid al-‘Alam: Pemimpin alam semesta.
- Insan Kamil: Manusia sempurna yang merupakan manifestasi sifat-sifat Allah.
Dalam tradisi tasawuf, Nur Muhammad dianggap sebagai sumber cinta ilahi yang menyebar ke seluruh alam, seperti sayap yang membentang dan menaungi segala sesuatu.
Nurul Muhammad dialami oleh semua manusia, hanya saja manusia kadang tidak menyadarinya. Nur Muhammad merupakan fitrah atau sifat dasar yang ada dalam setiap manusia, namun karena faktor-faktor seperti lingkungan, pendidikan, dan pilihan hidup, tidak semua manusia dapat mengakses atau mengembangkan potensi spiritual ini.
Murniati Daeng Matarring, dalam karyanya pada tahun 1998, mencapai puncak pengenalan Nur Muhammad, yang merupakan titik tertinggi dalam perjalanan spiritualnya. Pada saat itu, ia memahami bahwa Nur Muhammad adalah cahaya yang menerangi hati manusia, sehingga mereka dapat mengenal Allah dan mencapai kesempurnaan.
Untuk itu, Nur Muhammad harus dijaga dalam diri dengan berbagai macam cara, seperti:
- Dzikir dan Shalat: membiasakan diri dengan dzikir dan shalat untuk meningkatkan kesadaran spiritual.
- Mengikuti Sunnah: mengikuti sunnah dan ajaran Nabi Muhammad SAW untuk mendapatkan petunjuk dan hidayah.
- Mujahadah dan Muroqabah: melakukan mujahadah (perjuangan spiritual) dan muroqabah (pengawasan diri) untuk membersihkan hati dan meningkatkan kesadaran spiritual.
- Menghindari Maksiat: menghindari maksiat dan dosa-dosa yang dapat memadamkan cahaya Nur Muhammad.
Dengan demikian, Nur Muhammad menjadi proses transformasi spiritual yang membantu manusia mencapai kesempurnaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Imam Al-Ghazali mengatakan:
نُورُ مُحَمَّدٍ هُوَ النُّورُ الَّذِي يُضِيءُ قُلُوبَ الْعِبَادِ حَتَّى يَعْرِفُوا اللَّهَ وَيَبْلُغُوا الْكَمَالَ
“Nurul Muhammad adalah cahaya yang menerangi hati manusia, sehingga mereka dapat mengenal Allah dan mencapai kesempurnaan.”
Bersambung…
Mengenal Nurul Muhammad adalah proses pencarian Allah yang tiada habisnya dalam setiap detik













