Oleh: Murniati, S. Ag Daeng Matarring
- Wakatum (Ketua 3) DPW BKPRMI Sulawesi Selatan
- Mantan Ketua Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Kec Pattallassang 2 Periode
Kajian Islam, Potretnusantara.co.id – Beberapa kasus alam yang terjadi seperti berikut :
- Banjir dan Topan di Asia Tenggara: Pada tahun 2025, topan dan banjir di Asia Tenggara telah menewaskan lebih dari 1.750 orang dan menyebabkan kerusakan sebesar $25 miliar.
- Kebakaran Hutan di California: Kebakaran hutan di California pada Januari 2025 telah menyebabkan kerusakan sebesar $61,2 miliar dan menewaskan 400 orang.
- Banjir di Cina: Banjir di Cina telah menyebabkan kerusakan sebesar $12 miliar dan menewaskan 30 orang.
- Kekeringan di Iran: Kekeringan di Iran telah mengancam 10 juta penduduk Teheran dengan evakuasi.
- Gempa Bumi dan Tsunami: Gempa bumi dan tsunami di berbagai belahan dunia telah menyebabkan kerusakan dan korban jiwa yang signifikan.
Perubahan iklim dan cuaca ekstrem telah menjadi faktor utama dalam peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam memberikan pesan kepada kita semua ada apa dengan alam kita. Adakah kita salah dalam melaksanakan fungsi khalifah di bumi? Tentu kita akan terobsesi untuk ikut andil menjawab kasus kasus alam yang terjadi tersebut.
Oleh karena itu, kita akan diingatkan kepada beberapa ayat tentang tugas manusia sebagai khalifah di bumi.
Dalam konteks kenegaraan kita memberi istilah kita harus kembali meningkatkan kesadaran memahami eksistensi eko-teologi bahwa Eko teologi penting karena membantu kita memahami hubungan antara agama dan lingkungan hidup. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 30 menunjukkan bahwa Allah SWT menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi alam.
Eko Teologi dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدُّنْيَا ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Terjemahannya:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku akan menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau akan menjadikan orang yang akan berbuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?’ Allah berfirman, ‘Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’” (QS. Al-Baqarah: 30).
Tafsir Ibn Kathir: Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, dan mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi alam sebagai ciptaan Tuhan.
Pendapat Imam Al-Ghazali: Ayat ini menunjukkan bahwa manusia harus selalu mengingat tanggung jawab mereka sebagai khalifah di bumi, dan tidak melupakan tujuan penciptaan mereka.
Hadist Nabi tentang Menjaga Alam
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ حَسَنٌ يُحِبُّ الْحُسْنَ وَيُحِبُّ أَنْ يَرَى آثَارَ نِعْمَتِهِ
Terjemahannya:
“Sesungguhnya Allah itu baik, dan Dia mencintai kebaikan, dan Dia mencintai agar terlihat bekas-bekas nikmat-Nya.” (HR. Muslim).
Tafsir Imam Nawawi: Hadist ini menunjukkan bahwa Allah SWT mencintai kebaikan dan keindahan, dan Dia ingin agar manusia menunjukkan kebaikan dan keindahan dalam hidup mereka.
Pendapat Imam Ibn Taymiyyah: Hadist ini menunjukkan bahwa manusia harus selalu berusaha untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan keindahan dalam hidup mereka, karena Allah SWT mencintai kebaikan dan keindahan.
Prinsip Eko-Teologi
Eko teologi memiliki beberapa prinsip dasar, seperti:
- Prinsip penciptaan: Alam semesta adalah ciptaan Tuhan, sehingga memiliki nilai intrinsik dan harus dihormati.
- Prinsip tanggung jawab: Manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi alam sebagai ciptai Tuhan.
- Prinsip keselarasan: Manusia harus hidup dalam keselarasan dengan alam, bukan mengontrol atau mengeksploitasi alam.
Pandangan Agama Lain tentang Eko Teologi
- Hinduisme: Dalam Hinduisme, alam dianggap sebagai manifestasi dari Tuhan dan harus dihormati dan dilindungi.
- Buddhisme: Dalam Buddhisme, alam dianggap sebagai bagian dari siklus kehidupan dan harus dihormati dan dilindungi.
- Kristen: Dalam Kristen, alam dianggap sebagai ciptaan Tuhan dan harus dihormati dan dilindungi.
- Yahudi: Dalam Yahudi, alam dianggap sebagai ciptaan Tuhan dan harus dihormati dan dilindungi.
Salam tahajjud
Salam shubuh
Dari Karaeng Matarring













