Oleh: Murniati Daeng Matarring
- Wakatum (Ketua 3) DPW BKPRMI Prop Sulawesi Selatan
- Wakil Direktur Nasional LPKS DPP BKPRMI
Kajian Islam, Potretnusantara.co.id – Peringatan Isra’ dan MI’RAJ mendapat penghargaan dari negara ditetapkannya sebagai hari besar Islam yang setara dengan hari Nasional. Setiap momentum PHBI ini negara akan meliburkan segenap pekerjaan profesi demi untuk fokus pada peringatan ini.
Isra’ Mi’raj bukanlah seremonial belaka akan tetapi lebih dari itu adalah bagaimana mampu merefleksikan makna peristiwa Isra’ Mi’raj itu ke dalam kehidupan sehari-hari umat Nabi Muhammad SAW. Tentu yang direfleksikan itu adalah perintah yang diterima oleh Rasulullah Muhammad SAW yaitu Sholat. Bagaimana supaya sholat mampu dingejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana penulis terangkan dalam tulisan berikut.
Sholat anti kemungkaran
Sholat bukan cuma tentang ritual ibadah, tapi juga tentang bagaimana kita menjadi lebih baik dan menolak perilaku mungkar dalam berpribadi dan bermasyarakat.
Dalam Islam, sholat disebut sebagai “mi’raj” atau tangga menuju kesempurnaan. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar (QS. 29:45).
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Tafsir:
- Tafsir Ibn Kathir: “Shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar” artinya shalat dapat mencegah seseorang dari melakukan perbuatan keji dan mungkar karena shalat dapat menanamkan rasa takut kepada Allah dan meningkatkan kesadaran akan pengawasan Allah.
- Tafsir Al-Jalalayn: “Shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar” artinya shalat dapat mencegah seseorang dari melakukan perbuatan keji dan mungkar karena shalat dapat meningkatkan kesadaran akan Allah dan mengingatkan akan akibat dari perbuatan buruk.
Pendapat Tokoh:
- Imam Al-Ghazali: Shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar karena shalat dapat menanamkan rasa takut kepada Allah dan meningkatkan kesadaran akan pengawasan Allah.
- Imam Ibn Taymiyyah: Shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar karena shalat dapat meningkatkan kesadaran akan Allah dan mengingatkan akan akibat dari perbuatan buruk.
Sholat juga melatih kedisiplinan
Sholat 5 waktu dapat melatih kedisiplinan seperti yang disebutkan dalam Surah Al-Baqarah (2:238):
حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ
Artinya: “Peliharalah semua shalat(mu), dan (pelilah shalat) wusthaa. Berdirilahlah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.”
Tafsir:
- Tafsir Ibn Kathir: “Peliharalah semua shalat(mu)” artinya jagalah shalat 5 waktu dengan baik dan benar.
- Tafsir Al-Jalalayn: “Peliharalah semua shalat(mu)” artinya jagalah shalat 5 waktu dengan khusyu’ dan ikhlas.
Pendapat Tokoh:
- Imam Al-Ghazali: Shalat 5 waktu dapat melatih kedisiplinan dan kesadaran akan waktu, sehingga seseorang dapat mengatur waktu dengan baik dan melakukan aktivitas dengan teratur.
- Imam Ibn Taymiyyah: Shalat 5 waktu dapat meningkatkan kesadaran akan Allah dan mengingatkan akan tanggung jawab sebagai hamba Allah, sehingga seseorang dapat menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Sholat dapat melatih dan mengingatkan bagaimana supaya maksimal dalam mendisiplinkan waktu, karena dalam setiap waktu adalah muatan iman dan amal seeperi dalam Surah Al Asher bahwa celakalah bagi orang orang yang tidak memaksimalkan dalam pemanfaatan waktu. Dan pengecualian ditujukan kepada orang-orang beriman, beramal sholih. Nasihat menasehati kepada kebenaran dan kesabaran.
Sholat penangkis siksaan
Dalam Surah Al Ma’arij ayat 8 sampai 21 diterangkan tentang orang orang yang akan disiksa di akhirat dan sampai pada ayat 22 ada pengecualian yaitu orang yang sholat seperti berikut disebutkan dalam Surah Al-Ma’arij (70:22-23):
إِلَّا ٱلْمُصَلِّينَ * ٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَٰٓئِمُونَ
Artinya: “Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, (yaitu) orang-orang yang tetap mengerjakan shalatnya.”
Rasulullah SAW bersabda: “Shalat 5 waktu adalah tiang agama, barangsiapa yang meninggalkannya maka telah hancurlah agamanya.” (HR. Ahmad)
Sholat peraih keberuntungan
Pada Surah Al-Mu’minun (23:1-2) juga disebutkan :
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ * ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ
Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.”
Dengan demikian, sholat dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan Allah, menolak perilaku mungkar, penangkis siksaan dan melatih kedisiplinan.













