Oleh : Drs. Syamsuddin, M.Si. (Sekum PW. PARMUSI Sulsel)
Kajian Islam Potretnusantara.co.id – Peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik dan spiritual Rasulullah ﷺ, tetapi juga ruang dialog ilahiah yang sarat makna pendidikan iman dan kemanusiaan. Salah satu bagian paling simbolik dan penuh hikmah adalah “tawar-menawar” jumlah sholat wajib, dari 50 waktu menjadi 5 waktu.
- Bukan Tawar-Menawar Hukum, tapi Kasih Sayang Allah
Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Menetapkan. Maka pengurangan jumlah sholat bukan karena Allah “berubah keputusan”, melainkan:
Menunjukkan rahmat dan kelembutan Allah terhadap keterbatasan manusia.
Allah sejak awal telah mengetahui bahwa sholat akan menjadi lima waktu, namun proses dialog itu diperlihatkan sebagai pelajaran.
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 185) - Peran Nabi Musa AS: Simbol Pengalaman dan Empati
Nabi Musa AS menyarankan Rasulullah ﷺ untuk kembali meminta keringanan. Ini menunjukkan:
Pengalaman sejarah umat terdahulu menjadi pelajaran bagi umat berikutnya.
Islam tidak anti-dialog dan tidak memutus mata rantai kebijaksanaan para nabi.
Maknanya: agama dibangun di atas pengalaman, bukan ego spiritual. - Sholat: Sedikit dalam Jumlah, Besar dalam Nilai
Akhirnya sholat ditetapkan:
5 waktu dalam praktik
50 waktu dalam pahala
Ini menegaskan bahwa:
Sholat bukan soal kuantitas, tetapi kualitas ketaatan.
Allah menilai kesungguhan hati, bukan banyaknya beban.
“Kerjakanlah apa yang kamu mampu.”
(HR. Bukhari dan Muslim) - Pendidikan Kepemimpinan Rasulullah ﷺ Rasulullah ﷺ tidak langsung menerima atau menolak, tetapi:
Mendengarkan nasihat
Menghadap Allah dengan penuh adab
Tidak memaksakan kehendak
Ini menjadi teladan bahwa pemimpin sejati adalah yang peka terhadap kemampuan umatnya. - Pesan Moral untuk Umat Islam Hari Ini
Makna kontekstual bagi kita:
Islam adalah agama rahmat, bukan memberatkan.
Kewajiban ibadah tidak dimaksudkan menyiksa, tetapi menyucikan jiwa.
Jika lima waktu sholat saja masih berat, maka masalahnya bukan pada syariat, melainkan pada hubungan hati dengan Allah. - Sholat: Hadiah Langsung dari Langit
Berbeda dengan ibadah lain:
Sholat tidak turun lewat malaikat Jibril
Tetapi diberikan langsung kepada Rasulullah ﷺ di Sidratul Muntaha
Artinya: sholat adalah mi’rajnya orang beriman.
KESIMPULAN HIKMAH
Tawar-menawar dalam Isra Mi’raj bukan kisah tentang “pengurangan kewajiban”, melainkan penegasan cinta Allah kepada manusia. Allah ingin kita taat tanpa kehilangan kemanusiaan, dan beribadah tanpa kehilangan harapan.“Ambillah agama ini dengan lembut, karena sesungguhnya ia akan mengalahkan orang yang memaksakannya.”(Makna Hadis)













