Oleh: Prof Sukardi Weda
- Guru Besar UNM
- Koordinator Garuda Astacita Nusantara Sulsel
Opini Publik, Potretnusantara.co.id – Prabowo Subianto adalah Presiden Indonesia ke-8. Dengan grand vision “Bersama Indonesia
Maju, Menuju Indonesia Emas 2045. Dengan 8 misi asta citanya, diantaranya:
1). Penguatan Ideologi Pancasila, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM). Misi pertama menekankan pentingnya memperkuat pemahaman dan implementasi Pancasila sebagai ideologi negara, memperkokoh sistem demokrasi, serta menjunjung tinggi HAM. Langkah ini bertujuan menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan berkeadaban.
2). Penguatan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Misi kedua fokus pada peningkatan pertahanan dan keamanan nasional melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peningkatan kesejahteraan prajurit. Selain itu, pemerintah berupaya mencapai kemandirian dalam bidang pangan, energi, dan air untuk memastikan ketahanan nasional yang komprehensif.
3).Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan Pemerintah berkomitmen menciptakan lapangan kerja berkualitas dengan mendorong pertumbuhan industri kreatif dan melanjutkan pembangunan infrastruktur. Selain itu, pengembangan kewirausahaan ditingkatkan melalui pelatihan dan akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
4) Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kesetaraan Gender. Misi keempat menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan akses terhadap teknologi. Pemerintah juga mendorong kesetaraan gender dengan meningkatkan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas dalam berbagai sektor Pembangunan.
5). Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Nilai Tambah Ekonomi Pemerintah berfokus pada hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Langkah ini diharapkan dapat
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
6). Pembangunan dari Desa untuk Pemerataan Ekonomi. Misi keenam menekankan pembangunan yang dimulai dari desa dengan tujuan pemerataan ekonomi dan percepatan pengentasan kemiskinan. Program ini melibatkan peningkatan
akses infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan di daerah pedesaan.
7). Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi serta Pemberantasan Korupsi dan Narkoba Pemerintah berkomitmen melakukan reformasi di bidang politik, hukum, dan birokrasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, upaya pemberantasan korupsi dan narkoba akan diperkuat melalui penegakan hukum yang tegas dan kolaboratif, dan
8). Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Toleransi Beragama. Misi terakhir menekankan pentingnya menjaga harmoni antara lingkungan dan budaya, serta mendorong toleransi antarumat beragama. Hal ini bertujuan menciptakan masyarakat yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan. Implementasi Asta Cita dalam Berbagai Sektor Berbagai kementerian dan lembaga telah menyusun program strategis untuk mendukung pencapaian Asta Cita. Asta
Cita merupakan cetak biru bagi pemerintah Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia
Emas 2045.
Dari ke-8 misi astacita tersebut tergambar bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah
Presiden Republik Indonesia yang memiliki cita-cita dan visi besar untuk membangun
Indonesia dari berbagai dimensi kehidupan, mulai dari perlunya penguatan ideologi Pancasila sebagai living ideology masyarakat Indonesia. Sebagai living ideology, Pancasila menjadi dasar negara, pandangan hidup, dan fondasi ideologis nyata seluruh elemen bangsa tak terkecuali (Weda, 2025 dalam Rakyat Merdeka, 2 September 2025). Weda (2025) menambahkan sebagai warga negara, kita memiliki pekerjaan rumah untuk senantiasa menanamkan nilai-nilai Pancasila di tengah kepungan globalisasi, modernisasi, dan teknologi tak ramah. Hantaman teknologi digital di tengah globalisasi dan modernisasi membuat kita semakin berwawasan global. Alhasil, segala informasi serta perilaku masyarakat global dari tontonan televisi dan media sosial, tak sadar sehari-hari kita tiru. Hal tersebut pertanda kita telah lupa dan abai dengan nilai kearifan serta budaya dalam Pancasila. Pancasila sebagai ramuan nilai-nilai indigenous-genuine Nusantara, ditopang oleh cross reference akademik kuat, menyerap dinamika geopolitik dunia. Secara filosofis, prinsip Ketuhanan dalam Pancasila menurut M. Amin Abdullah adalah Ber-Tuhan yang berkebudayaan atau berkeadaban, dan tidak ada egoisme agama.
Hingga pada harmoni lingkungan, budaya, dan toleransi beragama. Harmoni antara manusia dengan alam, dimana manusia sebagai mikrokosmos dan lingkungan alam sebagai makrokosmos harus seimbang. Manusia harus menjaga dan melestarikan alam sebagai tempat manusia untuk mencari penghidupan. Budaya sebagai kearifan lokal setiap suku bangsa dan kelompok etnik yang berbeda harus tumbuh dan berkembang di bumi Indonesia dan keanekaragaman budaya tersebut menjadi identitas budaya nasional yang perlu dijaga dan dilestarikan. Demikian halnya antar pemeluk agama yang berbeda dan antar kelompok etnik yang berbeda pula perlu merajut harmoni sosial dan toleransi serta saling bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai bersama ini.













