AdvertorialNasional

Abdullah Puteh Ditetapkan sebagai Koordinator Presidium MN KAHMI

×

Abdullah Puteh Ditetapkan sebagai Koordinator Presidium MN KAHMI

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Potretnusantara.co.id – Rapat Harian Pengurus Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menetapkan Abdullah Puteh sebagai Koordinator Presidium (Kotpres) MN KAHMI untuk kepemimpinan periode semester berikutnya. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat harian yang digelar pada Selasa malam (13/1/2026).

Usai ditetapkan sebagai Kotpres, Abdullah Puteh menegaskan bahwa KAHMI memiliki potensi besar untuk berkontribusi nyata bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Adv

“Alumni (HMI) tersebar di berbagai profesi seperti dokter, akademisi, birokrat, dan pengusaha,” kata mantan Gubernur Aceh yang akrab disapa Puteh itu.

Menurut Puteh, potensi besar tersebut perlu dioptimalkan agar memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Salah satu peran strategis yang dapat dilakukan KAHMI adalah mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya melalui edukasi pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Alokasi dana KUR 840 T, itu besar,” ujar Puteh.

Namun, ia menilai penyerapan dana KUR hingga kini belum merata di seluruh daerah. Puteh mencontohkan, Provinsi Aceh hanya menerima alokasi sekitar Rp1,3 triliun, sementara Provinsi Jawa Tengah hampir Rp28 triliun.

Menurut Puteh, ketimpangan penyerapan tersebut bukan sepenuhnya kesalahan pemerintah pusat.
“Tergantung kesiapan masyarakatnya,” ungkapnya.

Karena itu, Puteh menilai KAHMI dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terkait tata cara pengajuan KUR agar dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan pemberdayaan usaha.

“KAHMI bisa ambil peran di situ,” tutur Puteh.

Selain penguatan UMKM, Puteh juga menegaskan komitmen KAHMI dalam mendukung kebijakan nasional, khususnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut, sejak Koordinator Presidium pertama hingga saat ini, KAHMI konsisten memberikan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo.

Menurutnya, dukungan tersebut perlu terus ditingkatkan karena banyak program di lapangan yang membutuhkan partisipasi berbagai pihak, termasuk KAHMI.

“Contohnya pendistribusian alumni (HMI) ke berbagai bidang dan penanganan bencana Sumatera,” ucap Puteh.

Terkait penanganan bencana, Puteh menyampaikan bahwa Tim Relawan KAHMI untuk Bencana Sumatera telah diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, untuk membantu para korban.

Dalam rapat harian tersebut, turut hadir Rudi Sahabuddin selaku Ketua Bidang Food Estate Regional sekaligus Ketua Badan Halal BPSH KAHMI. Rudi menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Koordinator Presidium yang baru, khususnya dalam penguatan UMKM yang sejalan dengan program Badan Halal BPSH KAHMI dan percepatan ekosistem halal.

“Penguatan UMKM menjadi prioritas bersama, terutama dalam percepatan ekosistem halal, pengembangan UMKM naik kelas, serta penguatan sektor industri kecil dan menengah,” kata Rudi Sahabuddin.

Ia juga menegaskan pentingnya pengembangan food estate regional sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di daerah terdampak bencana.

“Food estate regional, baik skala kecil, menengah, maupun besar, dapat menjadi solusi penguatan sektor pangan, khususnya sektor food yang terintegrasi, sekaligus mendukung pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut penanganan pascabencana, KAHMI juga merencanakan pelaksanaan Program Food Estate Regional di Aceh guna membantu pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Puteh berharap seluruh pengurus KAHMI segera menggulirkan program-program yang menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat.

“Jangan buang-buang waktu lagi,” pungkas Puteh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *