MAMUJU, POTRETNUSANTARA.co.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat terus menggencarkan upaya penanaman budaya tertib berlalu lintas melalui program tematik Bulan Tertib Helm (BTH). Program ini menyasar kalangan pelajar sebagai generasi penerus yang diharapkan memiliki kesadaran keselamatan berkendara sejak dini.
Kegiatan BTH dilaksanakan melalui upacara pagi di sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Mamuju, Senin (12/1/2026). Edukasi diberikan secara langsung oleh personel Ditlantas kepada siswa dan tenaga pendidik.
Salah satu sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan adalah SMKN 1 Rangas, yang beralamat di Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro. Pada kesempatan tersebut, penyuluhan dipimpin oleh Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Sulbar, AKBP Anindhita Rizal, didampingi Ipda Restyka bersama tim.
Dalam arahannya, petugas menekankan pentingnya penggunaan helm berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI), kelengkapan kendaraan bermotor, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Selain memberikan penyuluhan, Ditlantas Polda Sulbar juga menyerahkan cenderamata serta helm SNI kepada sejumlah perwakilan siswa dan guru. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kesadaran pelajar untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Program Bulan Tertib Helm tidak hanya dilaksanakan di SMKN 1 Rangas. Kegiatan serupa juga digelar di lima sekolah lainnya di wilayah Mamuju, yakni SMA Negeri 2 Mamuju, MAN 1 Mamuju, SMA Negeri 3 Mamuju, SMKN 1 Mamuju, dan SMA Negeri 1 Mamuju.
Direktur Lalu Lintas Polda Sulbar, Kombes Pol Nurhadi Ismanto, mengatakan bahwa pelajar dipilih sebagai sasaran utama karena termasuk kelompok usia yang cukup tinggi dalam penggunaan kendaraan bermotor.
“Kami ingin menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak dini. Dengan begitu, ketika mereka menjadi pengguna jalan yang aktif, budaya tertib berlalu lintas sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Nurhadi menambahkan, program BTH tidak hanya menekankan penggunaan helm, tetapi juga memberikan edukasi mengenai tata cara berkendara yang aman, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta menghindari perilaku berisiko seperti balap liar dan penggunaan kendaraan tanpa kelengkapan surat-surat resmi.
Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar, serta menciptakan budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab di Sulawesi Barat.













