MAMUJU, POTRETNUSANTARA.co.id — Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Sigit Mustofa Nurudin, meninjau dua lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan Mess Patriot Transmigrasi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (9/1/2025).
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat, Abdul Wahab, sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Sebelumnya, dua calon lokasi ini telah dikunjungi oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Menteri Transmigrasi pada 19 November 2025 lalu.
Adapun dua lokasi yang ditinjau yakni lahan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di kawasan wisata Gentungan, Kecamatan Kalukku, dengan luas sekitar 5 hektare, serta lokasi alternatif di Dusun Bebangan, Kecamatan Kalukku, yang berada di jalur Trans Sulawesi.
Mess Patriot Transmigrasi direncanakan menjadi pusat kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengembangan kawasan transmigrasi. Fasilitas ini akan dimanfaatkan oleh mahasiswa penerima Beasiswa Patriot, peneliti, serta tim Ekspedisi Patriot.
Sigit menjelaskan, peninjauan ini merupakan bagian dari persiapan penerimaan mahasiswa Beasiswa Patriot yang akan dimulai pada 2026. Salah satu sekolah lapangan atau Mess Patriot direncanakan berlokasi di Provinsi Sulawesi Barat.
“Mess Patriot akan difungsikan sebagai kampus lapangan untuk mendukung proses belajar mahasiswa penerima beasiswa,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, Kementerian Transmigrasi akan bekerja sama dengan sedikitnya tujuh perguruan tinggi negeri, antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Menurut Sigit, fasilitas yang membantu meliputi asrama mahasiswa, ruang belajar, serta ruang publik penunjang. Proses pembelajaran akan dilaksanakan secara hybrid, yakni perkuliahan daring dengan universitas asal, serta praktik lapangan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
“Mahasiswa juga akan dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan, pendampingan masyarakat, dan pengembangan kawasan transmigrasi secara langsung,” kata dia.
Dalam penentuan lokasi, aspek kelayakan lahan menjadi perhatian utama. Sigit menegaskan, kedua lahan yang ditinjau telah memenuhi kriteria karena berstatus clear and clean sebagai aset resmi Pemprov Sulbar.
Namun, dari sisi aksesibilitas, lokasi yang berada di jalur Trans Sulawesi dinilai lebih strategis karena berada di jalan poros utama dan relatif dekat dengan bandara.
“Hasil peninjauan ini akan kami laporkan kepada Menteri Transmigrasi untuk menentukan lokasi final. Secara awal, lokasi yang dekat dengan bandara menjadi pertimbangan utama untuk memudahkan mobilitas mahasiswa dari berbagai daerah,” ujarnya.
Mess Patriot Transmigrasi direncanakan dibangun di tiga wilayah, yakni Sulawesi Barat, Papua Selatan, dan Barelang, Batam. Pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada awal 2026 dan selesai pada pertengahan tahun yang sama.
“Kami berharap, dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait, Mess Patriot ini dapat mulai difungsikan sekitar Agustus atau September 2026,” tutup Sigit.













