Maros, Potretnusantara.co.id – Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Maros memperkuat koordinasi dengan Forum PAUD Cabang Maros untuk mengawal optimalisasi program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi di Clove Cafe, Turikale, Senin (5/12/2026).
Rapat yang berlangsung dalam suasana santai namun produktif itu dihadiri Ketua DPK Maros Muhammad Nurjaya, Wakil Sekretaris, serta jajaran anggota Dewan Pendidikan. Pemilihan lokasi pertemuan di kafe dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif.
Ketua DPK Maros Muhammad Nurjaya menegaskan, keberhasilan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun sangat bergantung pada kekompakan dan pembagian peran antarlembaga pendidikan.
“Perlu memperkuat sinergi dan kolaborasi pada peran masing-masing lembaga untuk memberikan dukungan penuh terhadap implementasi wajib belajar 13 tahun di Kabupaten Maros,” ujar Nurjaya.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis. Di antaranya penyusunan draf rekomendasi teknis terkait transisi PAUD ke pendidikan dasar serta percepatan pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun. Forum juga sepakat segera melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros untuk menyerahkan draf rekomendasi tersebut.
Melalui langkah ini, diharapkan proses transisi PAUD ke jenjang pendidikan dasar dapat berjalan lebih terstruktur, sehingga target pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini dapat tercapai secara optimal di Kabupaten Maros.
Sementara itu, Sekretaris DPK Maros Ismail Suardi Wekke yang sedang berada di Jakarta dalam rangka penandatanganan dokumen nota kesepahaman (MoU) Program Kampus Berdampak di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut.

“Ekosistem pendidikan bukanlah pekerjaan satu pihak saja. Namun, merupakan kerja-kerja kolaboratif secara bersama-sama,” pungkas Ismail.













