Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Minat baca anak-anak usia dini menunjukkan penurunan yang cukup memprihatinkan. Kondisi ini semakin diperparah dengan temuan bahwa sejumlah anak yang duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD) belum lancar membaca. Padahal, pada jenjang tersebut anak seharusnya telah memiliki kemampuan membaca yang baik. Fakta berbeda justru ditemukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Gelombang XXVI bersama organisasi penggiat literasi Dongeng Kampoeng, yang mendapati anak-anak kelas IV masih terbata-bata saat membaca.
Fenomena ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi mahasiswa Unsulbar yang tengah melaksanakan KKN di Desa Katumbangan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unsulbar Gelombang XXVI berinisiatif mengadakan kegiatan literasi guna meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi anak sejak dini. Kegiatan ini dikemas dalam program Literasi Keliling dengan mengusung tema “Meningkatkan Minat Baca dan Kemampuan Literasi Anak melalui Perpustakaan Keliling yang Edukatif dan Menyenangkan.”

Kegiatan literasi keliling dilaksanakan di seluruh dusun yang ada di Desa Katumbangan, yang berjumlah delapan dusun. Pelaksanaannya dilakukan pada pagi dan sore hari dengan memanfaatkan berbagai fasilitas umum, seperti posyandu, taman kanak-kanak (TK), serta lokasi strategis lainnya yang mudah dijangkau oleh anak-anak. Program ini mendapatkan respons positif dari pemerintah desa setempat maupun masyarakat secara umum.
Dalam wawancara, Awalia Rahmah selaku mahasiswa KKN Unsulbar Gelombang XXVI menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari hasil pengamatan langsung di lapangan.
“Hal ini tidak terlepas dari pengamatan langsung teman-teman KKN terhadap rendahnya tingkat literasi anak-anak. Terlebih lagi, anak-anak yang berada di bangku kelas IV SD, yang seharusnya sudah lancar membaca, justru masih terbata-bata. Kondisi ini menjadi kekhawatiran bagi kami, sehingga bersama organisasi Dongeng Kampoeng kami mengadakan literasi keliling sebagai bentuk respons terhadap fenomena tersebut,” ujar Awalia Rahmah, Sabtu (03/01/2025).
Tujuan utama kegiatan ini tidak terlepas dari keresahan mahasiswa KKN dan organisasi Dongeng Kampoeng terhadap semakin menurunnya minat baca serta kemampuan literasi anak-anak di Desa Katumbangan.
Selain menyediakan layanan perpustakaan keliling, kegiatan literasi ini juga dilengkapi dengan pendampingan membaca, ice breaking edukatif, serta kegiatan mewarnai bersama. Beragam aktivitas tersebut dirancang agar anak-anak merasa nyaman, senang, dan tidak terbebani dalam proses belajar membaca.
Perwakilan organisasi Dongeng Kampoeng, Rumi, menuturkan bahwa pendekatan yang menyenangkan merupakan kunci utama dalam meningkatkan ketertarikan anak terhadap kegiatan literasi.

Awalia Rahmah berharap melalui kegiatan literasi keliling ini, anak-anak dapat lebih termotivasi untuk belajar, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca.
“Kami berharap kegiatan literasi ini dapat membantu meningkatkan minat baca dan kemampuan membaca anak-anak di Desa Katumbangan, khususnya anak-anak usia sekolah dasar yang masih mengalami kesulitan membaca. Selain itu, kami juga berharap kegiatan ini mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa tertekan, melainkan termotivasi untuk belajar membaca. Harapan lainnya adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi sejak dini serta keberlanjutan kegiatan literasi di desa meskipun masa KKN telah berakhir,” pungkasnya.













