WhatsApp Image 2025-12-31 at 13.37.14
previous arrow
next arrow
AgamaPendidikanReligi

Tahun Baru 2026, Hijrah Īman dan Amānah Merawat Bumi

×

Tahun Baru 2026, Hijrah Īman dan Amānah Merawat Bumi

Sebarkan artikel ini

Oleh: Muhadir Azis, S.Pd.I.,M.Pd
(Ketua Lembaga Kursus dan Pelatihan GP Ansor Palopo – Dosen UIN Palopo)

Adv

Khutbah Jum’at, Potretnusantara.co.id –

Khutbah Pertama:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيمْ

Ma‘āsyiral Muslimin Rahimakumullāh

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. Ketakwaan bukan hanya diukur dari ibadah ritual yang kita lakukan, tetapi juga dari cara kita menjalani hidup, menggunakan waktu, dan menjaga amanah Allah di muka bumi.

Hari-hari ini kita memasuki tahun baru 2026. Dalam Islam, pergantian waktu bukan untuk euforia, melainkan untuk muhāsabah dan perbaikan diri. Allah swt berfirman di dalam al-Qur’ān, surah al-Hasyr: 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

Terjemahannya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok”.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa masa depan, baik masa depan pribadi, keluarga, maupun kota tempat kita tinggal ditentukan oleh amal dan pilihan hidup hari ini.

Pada saat yang sama, kita juga berada di bulan Rajab, salah satu dari empat bulan harām yang dimuliakan Allah swt. Allah berfirman dalam al-Qur’ān, surah At-Taubah: 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا … مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Terjemahannya:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram”.

Bulan Rajab adalah bulan pengendalian diri dan penghormatan terhadap kehidupan. Larangan berbuat zalim pada bulan haram tidak hanya bermakna larangan menyakiti manusia, tetapi juga larangan melakukan kerusakan dalam bentuk apa pun, termasuk terhadap lingkungan hidup.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah

Islam menegaskan bahwa manusia diciptakan sebagai Khalifah di bumi, bukan sebagai Perusak. Allah swt. berfirman dalam al-Qur’ān, surah al-Baqarah: 30:

إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

Terjemahannya:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan Khalifah di bumi”.

Menjadi khalifah berarti memikul amanah untuk menjaga, bukan menghabiskan; merawat, bukan merusak. Status kita sebagai masyarakat kota dengan teknologi modern tidak menghapus tanggung jawab ini. Justru di kota, amanah itu semakin berat karena tekanan konsumsi, polusi, dan eksploitasi alam semakin besar.

Allah swt. juga menegaskan di dalam al-Qur’ān, surah Ar-Rahmān: 7-8 bahwa Alam diciptakan dengan penuh keseimbangan:

وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ • أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ

Terjemahannya:
“Dia meninggikan langit dan Dia meletakkan keseimbangan, agar kamu tidak melampaui batas”.

Ketika keseimbangan ini dilanggar, maka dampaknya kembali kepada manusia sendiri. Allah swt. berfirman dalam al-Qur’ān, surah Ar-Rūm: 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

Terjemahannya:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia”.

Ayat ini sangat relevan dengan realitas perkotaan hari ini: banjir, krisis air bersih, udara tercemar, dan lingkungan yang tidak sehat. Semua itu bukan semata-mata takdir, tetapi konsekuensi dari kelalaian manusia.

Karena itu, memasuki tahun baru 2026 dan bulan Rajab ini, Islam mengajarkan kita hijrah sikap dan gaya hidup. Hijrah dari Boros menuju Bijak, dari Abai menuju Peduli, dari Merusak menuju Merawat.

Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa menjaga alam adalah amal shālih yang bernilai sedekah:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ طَيْرٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

Artinya:
“Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman, lalu dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan Rasulullah ﷺ mengajarkan optimisme dan tanggung jawab Ekologis hingga akhir zaman:

إِذَا قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

Artinya:
“Jika kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit tanaman, maka tanamlah”. (HR. Ahmad)

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَيُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنا الّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ ، وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *